Kategori : BERITA Dipublish pada tanggal 02/05/2025 16:26:54 WIB
SMANSaKuNews. Menjadi agenda rutin bagi andik penegak kelas X/Fase E mengikuti kegiatan kemah selama 3 hari, dua malam, mulai hari ini Jum'at-Minggu, 2-4 Mei 2025. Kegiatan dipusatkan di sekolah, tepatnya di halaman upacara SMA Negeri 1 Kutowinangun, yang diikuti oleh semua andik kelas X. Kegiatan dibuka dengan upacara adat. Tampil sebagai pembina upacara Kak Diana Nursanti, S.Pust. Dalam sambutaanya, Kak Diana, panggilan akrabnya mengingatkan kepada para peserta “Bahwa selama melaksanakan kegiatan di lingkungan sekolah, untuk senantiasa menjaga ketertiban dan menjaga kebersihan tempat ketika menggunakan fasilitas sekolah”
Selain itu Kak Ana juga mengingatkan kepada peserta untuk mengecek kembali kebutuhan pribdainya serta bertanggungjawab atas keamanan barang bawaannya, menghindari membuang sampah sembarangan dan peduli jika menemukan barang milik sekolah atau temannya.
selain sebagai agenda kemah akhir tahun, kegiatan ini juga sebagai ajang pelantikan andik sebagai Penegak Bantara. hal diperlukan, memgingat andik yang sekarang kelas X, sebentar lagi akan mewarisi estafet Dewan Ambalan, dan menjadi pamong bagi adik kelasnya.
Di tempat terpisah, menurut Pembina Pramuka putra, Kak Joni Purnomo, S.Pd, mengemukakan “Agenda perkemahan kali ini adalah untuk pengambilan badge/tanda Bantara. Setelah kegiatan ini semua andik resmi menjadi Pramuka Penegak Bantara, dan dinystakan syah mengenakan tanda pengenal penegak Bantara. Semua kegiatan dipusatkan disekolah, selain mempertimbangkan aspek keamanan, juga aspek pembiayaan. Sesuai himbauan Kepala Sekolah, kegiatan pramuka tidak boleh membebani biaya dari siswa/otang tua” jelasnya
Semua perlengkapan dan perbekalan peserta disiapkan sendiri oleh masing-masing peserta. Ada sekitar 400 peserta yang terdiri dari 360 andik kelas X/Fase E, dan 40 siswa dari Dewan Ambalan Gudep 085/086 dan Dewan PMR yang mendukung kegiatan perkemahan. Andik akan mengikuti berbagai rangkaian kegiatan seperti wide game, jelajah alam, jurit malam dan malam api unggun. Melalui kegiatan perkemahan ini diharapkan peserta memiliki pengetahuan yang cukup tentang kepramukaan, serta memiliki ketangguhan dalam beradaptasi dengan alam. (red-SMANSaKu)