SMANSAKUTO

Venty terpilih Menjadi Pelajar Pelopor Keselamatan LLAJ tahun 2026

Kategori : BERITA   Dipublish pada tanggal 24/04/2026 13:27:30 WIB

#
BERITA 24/04/2026 13:27:30 WIB Dilihat 402 kali

Venty terpilih Menjadi Pelajar Pelopor Keselamatan LLAJ tahun 2026

SMANSaKuNews. Dalam rangka peningkatan keselataman berkendara, Dinas Perumahan, Kawasan Pemukiman dan Perhubungan menyelenggarakan seleksi Pelajar Pelopor Keselamatan Lalu Lintas Angkutan Jalan (LLAJ) tahun 2026. Kegiatan diikuti oleh pelajar SMA/SMK dan MA se-Kabupaten Kebumen. Setiap peserta wajib mengirimkan konsep gagasannya tentang bagaimana meningkatkan keselamatan di Jalan dengan membuat proposal. Proposal selanjutnya akan dinilai oleh Tim seleksi untuk memperoleh 5 besar terbaik. Perwakilan SMA Negeri 1 Kutowinangun diwakili oleh Venty Ristinana Dewi, siswa kelas FD-7 yang mengajukan konsep tentang  Pengembanga Safetra (Safety Trafic Regullation AI)”.

“Safetra adalah suatu konsep yang memadukan teknologi berbasis AI, untuk memantau perilaku pengendara di jalan raya. Safetra dikembang menggunakan sensor otomatis yang diintegrasikan dengan CCTV lalu lintas yang dipasang ditempat-tempat strategis, untuk melakukan pemantauan para pengguna jalan. Melalui sistem ini, setiap perilaku pengendara di jalan akan terekam dan terdata. Jika melakukan pelanggaran, maka sanksinya dapat diintegrasikan dengan pajak kendaraan bermotor” ungkap Venty ketika diwawancarai Jurnalis SMANSaKu.

Dari 5 perwakilan pelajar mendapat nominasi 5 besar terbaik, diantaranya adalah pelajar perwakilan dari SMA N 2 Kebumen 2 anak, SMK 1 Kebumen dan MAN 4 Kebumen dan SMA Negeri 1 Kutowinangun. Hasil seleksi yang dilakukan Tim Juri, Venty memperoleh Juara 3, sedang Juara 1 diraih perwakilan pelajar dari SMK Negeri 1 Kebumen, disusul perwakilan dari SMA Negeri 2 Kebumen. Duduk di peringkat 4 dari SMA Negeri 2 Kebumen dan terakhir perwakilan dari MAN 4 Kebumen. Untuk Juara 1 akan melaju ke lomba yang sama di tingkat Provinsi.

Venty, yang merupakan anak kedua dari 2 bersaudara asal Desa Brecong, Kecamatan Buluspesantren ini, termotivasi mengajukan gagasan tentang Safetra ini, dengan melihat banyaknya perilaku pelajar yang berkendara tidak mematuhi rambu lalu lintas yang dapat membahayakan pengendara lain serta keselamatan dirinya. “Kurangnya sanksi yang tegas, menyebabkan para pelaku pelanggaran di jalan raya tidak merasa jera. Melalui sistem ini diharapkan dapat meningkatkan etika berkendara dan menunrunkan angka pelanggaran serta meningkatan keselamatan para pengendara” imbuhnya.

yang diselenggarakan. Perhubungan melaui Lalu Lintas jalan Raya (DLLAJR) Jumlah peserta lomba 5 besar perwakilan untuk setelah melewati seleksi proposal tentang “Pengembanga Safetra (Safety Trafic Regullation AI)” yaitu sistem lalu lintas dan sensor untuk meningkatkan keselamatan dan etika berkendara di Indonesia. Dengan pemasangan alat senssor Sadetra di CCTV lalu lintas yang terpasang di tempat. Hasilnya dalam bentuk data pelanggaran yang disatukan dengan pajak kendaraan.

Para pemenang Juara 1, 2 dan 3, masing-masing mendapatkan hadiah berupa Piala, Sertifikat dan uang pembinaan sebesar Rp. 800.000, Rp. 600.000 dan Rp. 500.000. Venty membawa pulang Juara 3 dengan didampingi guru pembimbing Feris Kuniyawan, S.Pd, kemarin. (red-SMANSaKu)

 

SMANSAKUTO

Berita Lainnya