SMANSAKUTO

Sekolah Banyak Prestasi Belum Tentu Bermutu

Kategori : BERITA   Dipublish pada tanggal 03/12/2024 17:31:10 WIB

#
BERITA 03/12/2024 17:31:10 WIB Dilihat 271 kali

Sekolah Banyak Prestasi Belum Tentu Bermutu

SMANSaKuNews Dalam akronim Jawa, Guru artinya bisa “Digugu lan Ditiru”, sejalan dengan slogan pendidikan gagasan tokoh pendidikan Ki Hajar Dewantara, Ing Ngarso Sung Tuladha”. Guru adalah profesi yang cukup bermartabat di masyarakat, apalagi pada jaman dulu, guru begitu disegani oleh siswa dan lingkungannya. Guru menjadi panutan dalam segala hal, bahkan dianggap orang yang mengetahui banyak hal dan semua ilmu. Sudah selayaknya pemerintah memberikan perhatian khusus kesejahteraan guru, mengingat tugas dan tanggungjawab mencerdaskan dan membentuk karakter generasi penerus bangsa banyak melibatkan peran guru. 

“Sesuai tuntutan zaman, guru zaman sekarang ternyata berbeda dengan guru zaman dulu. Saat ini guru harus bisa menjadi panutan sekaligus bisa menjadi “teman” bagi para siswanya, sehingga guru lebih mudah mengetahui persoalan siswanya, seperti anaknya sendiri. Mengemban amanat prinsip pembelajaran yang berpihak pada murid seorang guru bisa memandang setiap murid memiliki kebutuhan dan potensi yang berbeda-beda, sehingga tujuan dari prinsip ini untuk menciptakan pengalaman belajar yang berkualitas dan menyenangkan bagi setiap murid dapat tercapai,  “ Cintai APA Yang Kamu Ajar, Tapi Lebih Cintai SIAPA Yang Kamu Ajar”_ Guru tidak hanya berfokus pada apa yang diajarkan ke siswa, tetapi kepada siapa yang guru ajarkan” ujar Bu Tri Lestari A, S.Pd saat membuka acara Pembinaan dan Sosialisasi Kinerja Guru dari Pengawas Cabdin IX, Bpk Sabar Riyanto, S.Pd. MT, Senin, 2 Desember 2024 kemarin.

Dalam kesempatan tersebut, Bu Tri juga melaporkan kondisi SMA Negeri 1 Kutowinangun, potensi yang dimiliki sekolah, capaian program sekolah, beberapa rencana program yang akan dilaksanakan, dan beberapa kendala yang dihadapi sekolah, seperti beberapa guru memiliki domisili yang cukup jauh dan termasuk adanya kekurangan guru mapel, dan Kepala Perpustakaan yang belum bersertifikat.

Senada dengan Kepala Sekolah, Pengawas SMA Cabdin IX, Bpk. Sabar Riyanto, S.Pd, M.T saat memberikan pembinaan dan sosialisasi Kerja Guru, menjelaskan kriteria sekolah yang bermutu “Sekolah yang bermutu ternyata buka sekolah yang banyak memiliki banyak prestasi, tetapi dilihat dari kriteria ; Pertama lingkungan sekolahnya kondusif (aman, nyaman dan penuh kekeluargaan), Kedua : gurunya mau belajar mencari terobosan dan inovasi baru dalam mengajar, Ketiga : pembelajaran berpusat pada siswa, keempat : sekolah memiliki managerial yang baik, memiliki kepempinan yang konsen pada peningkatan pelayanan. Untuk mencapai hal tersebut, maka guru harus melakukan refleksi dan evaluasi terhadap proses pembelajaran, agar terus dilakukan perbaikan” 

Jika terus berbenah, melaksanakan program-program terobosan, maka dengan potensi yang dimiliki SMA Negeri 1 Kutowinangun akan terus meningkat, kepercayaan masyarakat ke sekolah makin tinggi. Hal tersebut dapat dilihat dari meningkatnya jumlah lulusan yang diterima di PTN, meningkatnya indeks literasi dan numerasi pada raport pendidikan  dan meningkatnya capaian prestasi bidang non akademik (red-SMANSaKu)

SMANSAKUTO

Berita Lainnya