Kategori : BERITA Dipublish pada tanggal 07/10/2024 15:26:32 WIB
SMANSaKuNews. Sambil ditemani secangkir kopi dan peyem khas Bandung, Pak Haji Memed (panggilan Memed Marzuki, S.Pd) mulai menceritakan masa muda pengabdiannya di SMA Negeri 1 Kutowinangun. Saat ini beliau tercatat sebagai guru paling senior di SMA Negeri 1 Kutowinangun, bahkan menjelang masa purna bakti di akhir 2024 ini. Sosoknya yang tetap kalem, Pak Memed yang mengampu Mapel musik, nyaris tak pernah menunjukkan raut wajah yang sedih, selalu ceria sehingga banyak didekati siswa-siswinya.
Karena irama sentuhan pak Memed inilah SMA Negeri 1 Kutowinangun dulu dijuluki sarangnya para seniman/pemusik.
Pak Memed mengawali cerita tentang sejarah Kupassus “Kala itu di tahun 2014 melalui surat edaran pemeritah, ada himbauan tentang penguatan pendidikan bela negara di kalangan pelajar. Sekolah yang waktu dibawah pimpinan Kepala Sekolah Drs. H.M. Laily Mukharom, menggandeng Koramil 09 Kutowinangun guna mewujudkan implementasi bela negara di kalangan pelajar. Pihak Koramil menyambut baik atas inisiatif sekolah melakukan pendidikan bela negara. Saya selaku Waka Kesiswaan kemudian memilih beberapa siswa yang memiliki fisik dan postur tubuh yang kiranya sesuai, dengan mengambil 2 orang siswa per kelas, untuk disiapkan mengikuti pendidikan semi militer, dengan menekankan pada aspek fisik dan mental serta kedisiplinan. Anggota Koramil Kecamatan Kutowinangun saat itu Pelda (Purn) Kuwatno, Serka Hendy Aristiawan dan Serka Giyadi terjun langsung melakukan pelatihan secara rutin bagi siswa-siswi SMA Negeri 1 Kutowinangun yang berjumlah sekitar 40 siswa” tutur Bpk Memed Marzuki, S.Pd yang kala itu menjabat sebagai Waka Kesiswaan.
Sementara menurut penuturan Teguh Riyanto, S.Kom, guru TIK yang sering menggeluti di dunia entertain dan bisnis konveksi ini, juga menjadi salah satu saksi sejarah berdirinya KUPASSUS, yang kala itu menjabat sebagai menjadi Waka Humas yang juga turut memfasiltasi kerjasama/MoU dengan Koramil 09 Kec. Kutowinangun menjelaskan “Kala itu di tahun 2014 ada himbauan dari Koramil 09 Kutowinangun dimana kewajiban bela negara harus ditanamkan di kalangan generasi muda, termasuk pelajar, maka sekolah membentuk kelompok siswa khusus untuk disiapkan mengikuti pendidikan semi militer, dengan menekankan pada aspek fisik, mental dan kedisiplinan Latihan siswa ditekankan pada baris-berbaris semi militer, layaknya anggota TNI, sebab latihan dipandu langsung oleh anggota Koramil Kec. Kutowinangun secara rutin. Diilhami sekolah-sekolah lain yang juga membentuk tim pelajar bela negara, seperti “Pasuda” dari SMA Negeri 2 Kebumen, Danton dari SMA Negeri 1 Kebumen, akhirnya pada tanggal 12 Agustus 2014, tim khusus ini dibakukan tanggal pendiriannya dan diberi nama KUPASSUS, yang merupakan singkatan dari “Kutowinangun Pasukan Khusus. Kemudian dibuatlah logo Kupassus yang dipakai sampai sekarang ini”. Tanggal tersebut secara kebetulan sama dengan tanggal lahir saya, jadi saya masih bisa ingat betul kapan KUPASSUS pertama berdiri” jelas Teguh saat ditemui di ruang kerjanya.
Bersama 2 Majelis Pembina OSIS lainnya, Bpk Joni Purnomo, S.Pd dan Feris Setiawan, S.Pd setia mendampingi Kupassus melakukan latihan dan mengikuti berbagai kegiatan lomba. Meskipun tidak lolos menjadi juara 1, namun hampir di setiap lomba yang diikuti KUPASSUS andil mengharumkan nama sekolah. Sebelum Corona, tim ini telah 2 kali lolos menjadi juara 1 lomba PBB/TUBB di tingkat Kabupaten dan 1 kali mendapatkan kejuaraan pasca pandemi Corona.
Komandan Pleton sebagai pemimpin barisan/tim, kemudian disebut dengan Senat. Di tahun berikutnya, era Kepala Sekolah Bapak Waluyo Widodo, S.Pd, Kupassus makin diminati oleh siswa, sehingga sekolah harus melakukan seleksi untuk membatasi jumlah peserta.
Belum ada seragam khusus kala itu. Tim inilah yang kemudian mewakili sekolah untuk mengikuti berbagai lomba PBB/TUBB dan menjadi duta Paskibra baik di tingkat Kecamatan maupun Kabupaten. Beberapa kali perolehan hadiah lomba kemudian dikumpulkan untuk modal untuk pengadaan seragam kaos dan jaket.
Keberadaan Kupassus lama-kelamaan seolah menjadi komunitas yang bisa dibilang elite, makin diminati siswa, karena tidak semua siswa bisa lolos seleksi menjadi anggota KUPASSUS. Bahkan beberapa alumni KUPASSUS banyak yang sudah menunjukkan keberhasilannya dengan melanjutkan studi dan bekerja di sektor ikatan dinas seperti STPDN, TNI, Polri dan ikatan dinas lainnya, bahkan ada yang menjadi anggota Paspampres
Sampai saat ini KUPASUS telah berusia 10 tahun, tetap menjadi tim kebanggaan sekolah, yang sering menjadi duta sekolah di berbagai acara dan lomba. Dengan slogan “KUPASSUS bukan untuk yang kuat maupun yang lemah, tetapi bagi yang mampu”, maka sudah saatnya generasi KUPASUS merayakan hari jadinya, dengan tetap mempertahankan dan menunjukkan jatidirinya. Bravo untuk KUPASSUS. (red-Kesiswaan)