SMANSAKUTO

SMANSaKu Menjadi Ajang Mengajar Guru Model

Kategori : BERITA   Dipublish pada tanggal 22/10/2025 19:47:18 WIB

#
BERITA 22/10/2025 19:47:18 WIB Dilihat 174 kali

SMANSaKu Menjadi Ajang Mengajar Guru Model

SMANSaKuNews. Rangkaian kegiatan Pelatihan Pembelajaran Mendalam Kelas 4-C yang diikuti oleh perwakilan guru SMA Negeri 1 Kutowinangun, masuk pada tahapan OJT (On Job Training) yang ke-2. Kegiatan ini berupa kegiatan praktek mengajar langsung yang diperankan oleh 3 orang guru model, dengan pendekatan Deep Learning. Kegiatan Praktik mengajar atau Open Class ini dipusatkan di SMA Negeri 1 Kutowinangun, lantaran salah satu peserta pelatihan, Bpk. Suratno, S.Pd terpilih sebagai salah satu guru model untuk mapel Kimia, bersama 2 orang guru model lainnya dari SMA Negeri 1 Mirit (Galay Widhiasmoro, S.Pd untuk Mapel Biologi) dan SMA Muhammadiyah Gombong International Class (Ibu Putri untuk Mapel Biologi)

Peserta Pelatihan Pembelajaran Mendalam berjumlah 36 orang guru perwakilan dari beberapa sekolah di Kabupaten Kebumen dan Kabupaten Purworejo. Acara berlangsung 1 hari, didampingi 3 orang Fasilitator.

Kepala SMA Negeri 1 Kutowinangun, Ibu Tri Lestari A, S.Pd adir langsung saat acara pembukaan Open Class ini, didampingi para Fasilitator. Kepada para peserta pelatihan, Ibu Tri berpesan “Peserta pelatihan merupaka guru-guru hebat yang mewakili sekolah masing-masing dan selanjutnya akan menjadi motor penggerak implementasi pembelajaran mendalam di sekolah masing-masing. Para guru peserta pelatihan juga merupakan agen pembawa perubahan dunia pendidikan yang lebih baik dan bermutu, sesuai dengan konsep pembelajaran Mendalam” ungkapnya seraya memberikan motivasi kepada para peserta.

Ibu Atim, selaku Fasilitator dari Program Pasca Sarjana IAINU Kebumen menjelaskan “Tiga guru model akan melakukan praktik mengajar sesuai dengan konsep DeepLearning, sedang peserta yang lain akan melakukan pengamatan/observasi apakah proses pembelajaran sudah sesuai dengan konsep pembelajaran deeplearning atau belum, selanjutnya mencacat temuan atau kekurangannya untuk bahan perbaikan bagi guru model” jelasnya.

Temuan observer ini akan dijadikan perbaikan di Open Class berikutnya dalam agenda OJT-3 yang akan diselenggarakan di SMA Negeri 1 Kutowinangun juga. Kegiatan Pelatihan Pembelajaran mendalam ini dijadwalkan selesai pada tanggal 20 November bulan depan. (red-SMANSaKu)

 

 

SMANSAKUTO

Berita Lainnya