SMANSAKUTO

Banyak Orang Penting di SMA Negeri 1 Kutowinangun

Kategori : BERITA   Dipublish pada tanggal 28/01/2026 22:33:33 WIB

#
BERITA 28/01/2026 22:33:33 WIB Dilihat 277 kali

Banyak Orang Penting di SMA Negeri 1 Kutowinangun

SMANSaKuNews. “Suatu lembaga atau instansi ibarat sebuah bangunan yang kokoh. Ia tidak hanya berdiri karena satu pilar saja, melainkan karena perpaduan berbagai komponen yang saling menopang dan menguatkan. Pondasi yang kuat menentukan kestabilan, tiang-tiang penyangga menjaga keseimbangan, dinding memberi perlindungan, dan atap melengkapi fungsi keseluruhan bangunan. Jika salah satu bagian rapuh atau diabaikan, maka ketahanan bangunan pun akan terancam. Demikian pula halnya dengan sebuah lembaga. Setiap personel memiliki peran dan fungsi yang tidak dapat dipisahkan satu sama lain. Pimpinan berperan sebagai penentu arah dan visi, staf pelaksana menjadi penggerak utama roda organisasi, sementara unsur pendukung memastikan setiap proses berjalan dengan lancar. Ketika seluruh personel menjalankan tugasnya dengan penuh tanggung jawab dan saling bersinergi, lembaga akan tumbuh kuat, stabil, dan mampu menghadapi berbagai tantangan. Sebaliknya, keberhasilan dan kemajuan hanya dapat dicapai apabila seluruh elemen bekerja bersama dalam satu kesatuan yang utuh” Hal tersebut diungkapkan Teguh Riyanto, S.Kom, ketika menjadi Pembina  apel Guru dan Tenaga Kependidikan SMA Negeri 1 Kutowinangun, pada Rabu, 28 Januari 2026.

Ini adalah penampilan kali pertama Teguh menjadi Pembina, setelah mendapat amanah baru sebagai Plt Kasubag TU yang baru, menggantikan Lukman Hakim, S.Psi yang telah habis masa jabatannya.

Pesan tersebut perlu disampaikan dalam upaya membangun sinergitas antara warga SMA Negeri 1 Kutowinangun untuk bahu membahu menjaga dan terus meningkatkan kualitas layanan sekolah.

“Sekolah ini besar bukan karena hasil prestasi orang per orang, tetapi semua wara sekolah telah berkontribusi dan memberikan sumbangsih kepada sekolah, sesuai peran masing-masing, sehingga sekolah ini menjadi besar seperti sekarang ini. Semua warga sekolah memegang peran penting sesuai tupoksi masing-masing, dan tidak boleh ada yang merasa paling penting. Kita juga harus menyadari bahwa dalam meberikan kontribusinya, masing-masing personel memiliki cara masing-masing, namun tujuannya sama. Ibarat seperti matematika, untuk memperoleh angka 10, tidak harus 5 ditambah 5, bisa jadi, 7 ditambah 3 atau 12 dikurangi 2, semua hasilnya sama, hanya caraanya berbeda” tandasnya. (red-SMANSaKu)

 

SMANSAKUTO

Berita Lainnya