SMANSAKUTO

Literasi di Sekolah Masih Rendah

Kategori : BERITA   Dipublish pada tanggal 13/09/2024 19:08:25 WIB

#
BERITA 13/09/2024 19:08:25 WIB Dilihat 319 kali

Literasi di Sekolah Masih Rendah

SMANSaKuNews. Hal tersebut diungkapkan Dr. H. Sutarmin, S.Si, M.M. selaku Fasilitator Sekolah Penggerak saat mengisi acara dalam IHT Implementasi Literasi digital dalam Pembelajaran yang diselenggarakan Komunitas Belajar (Kombel) SMA Negeri 1 Mirit, Jum’at, 13 September 2024.

“Negera kita tingkat literasinya masih rendah, apalagi dibanding negara maju. Jika dilihat dari jumlah kepemilikan alat komunikasi, dan penggunaan media sosial, WA menduduki peringkat tertinggi, disusul Tiktok, IG dan FB. Sementara akurasi kebenaran informasi yang diakses melalui media sosial dan internet belum bisa menjadi jaminan. Satu sisi jurnal sebagai salah satu sumber literasi ilmiah masih jarang dimanfaatkan di dunia pendidikan” jelasnya

 

“Di era digital saat ini terdapat 4 type organisasi, yakni type beinners, type, fashionistas, type konservatif dan digital master. Perilaku generasi Z yang memiliki kecenderungan mengikuti perkembangan egonya/kemauannya berpotensi akan melakukan aktifitas yang dianggap mamp memuaskan dirinya” imbuhnya

Kepala SMA Negeri 1 Mirit, Sugiyanto, S,P.d, M.Pd, menyampaikan tentang perlunya optimalisasi peran Kombel di Sekolah sebagai media pembelajaran guru yang terus mengikuti perkembangan teknologi dan informasi di era digital.

Selain paparan dari Fasilitator, juga disampaikan materi tentang Optimalisasi Kombel, yang disampaikan oleh Ibu Muslimah, S.Pd dari SMA Negeri 1 Mirit. “Pembelajaran saat ini berpusat pada murid, namun demikian harus proses pembelajaran juga mampu menumbuhkan kenyamanan bagi guru. Melalui kombel, sekolah dapat mengetahui kebutuhan belajar siswa dan menentukan metoda apa yang paling tepat diterapkan”

Pada kesempatan diskusi dan tanya jawab, perwakilan SMA Negeri 1 Kutowinangun, menanyakan terkait upaya sekolah dalam menangani dampak negatif akibat pemanfaatan teknologi digital diluar keperluan pembelajaran, kedua terkait awarness security cyber, dimana perlu adanya upaya dalam pengamanan data-data digital di satuan pendidikan

Hadir sebagai perwakilan dari SMA Negeri 1 Kutowinangun, Teguh Riyanto, S.Kom dan Suratno, S.Pd, dan beberapa perwakilan dari sekolah pengimbasan, seperti SMA Negeri 1 Buluspesantren, SMA Negeri 2 Kebumen, SMA N Petanahan, SMA PGRI Prembun dan SMA Muhammadiyah Kebumen (red-SMANSaKu)

SMANSAKUTO

Berita Lainnya