SMANSAKUTO

Mengapa Kaca Mobil lebih Besar daripada Kaca Spion?

Kategori : BERITA   Dipublish pada tanggal 26/11/2024 17:26:48 WIB

#
BERITA 26/11/2024 17:26:48 WIB Dilihat 2450 kali

Mengapa Kaca Mobil lebih Besar daripada Kaca Spion?

SMANSaKuNews. Guru Biologi yang satu ini, sekilas terlihat seperti pendiam, tetapi sebenarnya ramah dan mudah bergaul. Bapak Efan Ikhsan, guru SMA Negeri 1 Kutowinangun yang sudah cukup lama mengabdi di sekolah ini sejak tahun 2000.  Meskipun  jarang tampil ke publik, Bapak 4 orang anak yang sudah dikaruniai 6 orang cucu, selalu tampil low profil. Saat ini Pak Efan tinggal di RT 03 RW II Desa Argopeni Kec. Kebumen dikenal sebagai sosok Bapak penyayang yang dirindukan keluarganya. Waktu kosongnya banyak dihabiskan untuk berdoa dan berdzikir. Tetapi ketika tampil sebagai Pembina Apel pagi tadi, Pak Efan yang dulu jebolan IKIP Negeri Yogyakarta ini  banyak memberikan petuah kepada para guru, khususnya pada guru dan karyawan yang masih muda.

“Saat ini guru memang beban  administrasinya cukup berat dan lebih disiplin. Jika kita tidak pandai mengatur waktu dan menjaga kesehatan diri kita sendiri, dapat berdampak pada kesehatan dan stamina kita. Pola makan juga harus dijaga agar berimbang, sehingga terhindar dari kolesterol, gula darah atau serangan diabetes. Dengan demikian kita juga bisa terhindar dari stress” jelasnya

Pak Efan juga mengingatkan kita akan tujuan hidup yang masih panjang, bahkan kehidupan setelah kita mati. Seperti halnya kaca pada mobil yang menggambarkan bahwa pandangan hidup harus luas dan panjang, tidak seperti kaca spion yang ukurannya lebih kecil dan hanya bisa melihat  ke belakang. Kita harus banyak melihat ke depan, selalu berusaha melakukan hal yang terbaik, meskipun jauh dari kesempurnaan.

Melalui kegiatan apel  pagi bagi para pegawai di lingkungan SMA Negeri 1 Kutowinangun juga sebagai upaya meningkatkan kedisplinan para pegawai dalam memberikan pelayanan yang terbaik bagi para siswa dan masyarakat.

Profesi sebagai guru yang digelutinya dianggap sebagai profesi yang mulia, dimana seorang guru terus mencurahkan ilmunya kepada para siswa-siswinya. Pak Efan juga mengajak rekan-rekan guru menjalani profesinya dengan penuh keikhlasan. (red-SMANSaKu)

SMANSAKUTO

Berita Lainnya