Kategori : BERITA Dipublish pada tanggal 14/09/2026 10:51:28 WIB
SMANSaKu.News. AI atau Artificial Intelligence (kecerdasan buatan) adalah teknologi dalam ilmu komputer yang membuat mesin atau sistem komputer mampu berpikir, belajar, dan menyelesaikan masalah layaknya kecerdasan manusia.
Kehadiran kecerdasan buatan ini sungguh menjadi bagian peradaban manusia yang tidak bisa dihindari. Banyak kemudahan pekerjaan manusia yang kemudian sangat terbantu dan terselesaikan lebih cepat dengan bantuan pemanfaatan teknologi canggih ini. Namun disisi lain pemnafaatan yang kurang bijak, bisa memunculkan kejahatan baru di dunia teknologi informasi.
Menyikapi maraknya pemanfaatan AI untuk berbagai modus yang mengarah ke kejahatan digital serta dampaknya bagi generasi muda, Polri mengambil langkah pre-emtif dan preventif agar AI dapat benar-benar menjadi asisten yang mendukung kegiatan positif bagi pelajar khususnya.
Ada sekitar 37 personel Polres Kebumen yang diterjunkan ke SMA Negeri 1 Kutowinangun untuk memberikan sosialisasi tentang AI ini.
Kompol Heryubowo, selaku Kabag SDM Polres Kebumen yang mengawal langsung kegiatan ini menyampaikan. “Sesuai dengan Arahan Polri, kami dari Polres Kebumen melakukan sosialisasi pemanfaatan AI bagi para pelajar. Targetnya semua sekolah akan kita sambangi, sehingga sosialisasi dapat berlangsung secara masif. Polri menganggap pelajar menjadi sasaran utama, sebab mereka adalah generasi-Z yang paling akrab dengan teknologi ini sekaligusrentan dengan pengaruh digital. Tidak di pungkiri, beberapa kasus penipuan, bullying dan pornografi, yang muncul belakangan ini banyak menfaatkan teknologi AI. Melalui sosialisasi ini diharapkan para pelajar menjadi bijak, memiliki etika dan dapat memanfaatkan teknologi ini secara positif” ungkapnya
Kehadiran Tim Polres Kebumen disambut oleh Kepala SMA Negeri 1 Kutowinangun, Budiono, S.Si, M.Pd didampingi Plt Kasubag TU Teguh Riyanto, S.Kom yang juga sebagai guru mengampu Mapel Coding dan TIK. Teguh menyambut baik Langkah Polres Kebumen, sebagai Langkah preventif, khususnya terkaitnya dampak penggunaannya. “Jika yang menyampaikan dari unsur penegak hukum, tentu akan lebih menjadi perhatian para murid” ungkapnya. (red-SMANSaKu)