SMANSAKUTO

Kapal Bodronolo-397 dan Pesawat Towing-81 Karya SMANSaKu Meriahkan Festival Kitiran Kebumen 2026

Kategori : BERITA   Dipublish pada tanggal 23/08/2026 09:14:32 WIB

#
BERITA 23/08/2026 09:14:32 WIB Dilihat 379 kali

Kapal Bodronolo-397 dan Pesawat Towing-81 Karya SMANSaKu Meriahkan Festival Kitiran Kebumen 2026

SMANSaKu-News. Untuk menggiatkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Kebumen, Pemerintah Kabupaten Kebumen melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) menyelenggarakan Festival Kitiran Kebumen tahun 2026 yang dipusatkan di Pantai Mliwis, Kecamatan Ambal. Acara ini berkolaborasi dengan masyarakat setempat, komunitas kreatif, serta pengelola Desa Wisata Kenoyojawan.  

Festival Kitiran Kebumen mengusung tema "Tradisi Berputar, Budaya Mengakar, Pariwisata Sumunar," . Festival ini diselenggarakan mulai Sabtu, 22-25 Agustus 2026 denan menampilkan berbagai bentuk inovasi kincir angin (kitiran).

Pihak penyelenggara membagi kompetisi seni kincir angin (kitiran) ini ke dalam dua kategori penilaian utama, yaitu kategori Tradisional dan Kategori Inovasi.

Pada kategori Tradisional mengedepakan keautentikan desain kincir, penggunaan bahan-bahan tradisional khas dan mekanisme kerja kitiran yang masih konvensional.

Sedang pada Kategori Inovasi membuka ruang kreasi modern dan kreatifitas bagi para peserta, keunikan visual kitiran dan aspek interaktif yang dihadirkan pada karya.

Melalui Festival ini juga diharapkan menjadi salah satu upaya Pelestarian Budaya lokal, dengan mengangkat kembali tradisi permainan tradisional kincir angin (kitiran) sebagai bagian dari kearifan lokal. Dengan banyaknya pengunjung, kegiatan ekonomi dan pariwisata akan bertambah, sehingga diharapkan dapat turut menggerakkan ekonomi lokal.

Memeriahkan acara Festival SMA Negeri 1 Kutowinangun mengirimkan 2 karya masing-masing kategori, tradisional dan Inovasi. Di kategori tradisional, Tim yang dimotori Bapak Suratno dan M MUhsin, mempersembahkan kapal pinisi “Bodronolo-397” sedang di kategori inovasi menampilkan pesawat tempur dengan bahan utama gallon bekas.

“Pembuatan karya memakan waktu sekitar 3 hari. Untuk kapal layar memiliki kesulitan tersendiri, karena benar-benar menggunakan bahan utama local, yaitu mancung (kulit manggar) dan pelepah pinang, sehingga membutuhkan teknik khusus untuk merangkai karena tidak diperbolehkan memakai alat dan bahan modern, seperti paku, bahan plastic, nilon, dan sejenisnya. Sementara untuk pesawat, memanfaatkan botol gallon yang dimodifikasi menghasilkan energi cahaya dan gerak” jelasnya

Nama Kapal Bodronolo-397 diambil dari nama Bupati Kebumen pertama dan angka 397 adalah usia/hari jadi Kabupaten Kebumen. Sedang nama Towing-81, Towing diambilkan dari nama Kutowinangun dan anka 81 adalah HUT Kemerdekaan RI.

Pembuatan 2 karya memakan waktu 3 hari, dengan dibantu beberapa rekan guru seperti Wahyu Dwi Sutanto, Isman Sawabi, Pujiono dan M Agung. Untuk transportasi menuju lokasi dibantu Bapak Damar Purnasiwi.

Pemerintah Kabupaten Kebumen melalui panitia peyelenggara akan menyediakan hadiah uang pembinaan bernilai jutaan rupiah tersebut beserta trofi penghargaan bagi para peserta yang berhasil menampilkan karya kitiran terbaik, yang rencana akan diumkan pada Senin, 24 Agustus 2026. Sampai hari Selasa, 25 Agustus 2026, semua karya wajib dipasang di lokasi lomba. (red-SMANSaKu)

 

 

 

SMANSAKUTO

Berita Lainnya