SMANSAKUTO

SMA N 1 Kutowinangun Bertekad Wujudkan Sekolah Sehat

Kategori : BERITA   Dipublish pada tanggal 23/08/2024 13:38:48 WIB

#
BERITA 23/08/2024 13:38:48 WIB Dilihat 257 kali

SMA N 1 Kutowinangun Bertekad Wujudkan Sekolah Sehat

SMANSaKuNews. SMA Negeri 1 Kutowinangun berkomitmen untuk mewujudkan sekolah sehat. Sekolah sehat adalah sekolah yang bersih, hijau, indah, dan rindang, dengan peserta didik yang sehat dan bugar, dan berperilaku hidup bersih dan sehat. Sekolah sehat juga memiliki lingkungan yang tertib, dengan penghijauan yang memadai, dan tempat pembuangan dan pengelolaan sampah yang memadai.

Menurut Kepala SMA Negeri 1 Kutowinangun, Ibu Tri Lestari Asmorowaty, S.Pd “Tentu tidak mudah untuk mewujudkan sekolah sehat, butuh proses, butuh dukungan serta komitmen yang kuat dari seluruh warga sekolah. Perilaku dan budaya sehat harus dimulai dari diri sendiri tiap individu, melalui tahapan pembiasaan, sehingga akan tumbuh kesadaran akan pentingnya pola hidup sehat” ungkapnya.

Sementara itu koordinator B2SA Ibu Rizki Hikmawati, S.Pd menjelaskan “Beberapa kegiatan sekolah untuk mendukung terwujudnya sekolah sehat diantaranya dengan program Gelitik (Gerakan Tanpa Limbah Plastik), Sekolah Bebas Sampah (Pengelolaan sampah secara mandiri), mewujudkan kantin sehat (siswa membawa wadah makanan sendiri), Sarapan bersama B2SA (Bekerjasama dengan Dinas Ketahanan Pangan), Program Adiwiyata, Program Screening Siswa (Bekerja sama dengan Puskesmas), tersedianya wastafel di tiap gedung/ruangan, dll”

“Secara berkelanjutan Tim B2SA juga akan melakukan kontrol dan penilaian pada kantin di sekolah sebagai pemasok utama makanan warga sekolah. Selanjutnya Tim akan memberikan apresiasi kepada kantin yang dinyatakan sehat dan memenuhi standart kesehatan” tandas Bu Riski

Lounching perdana Program B2SA dibuka langsung oleh Pengawas SMA Sabar Iriyanto, S.Pd, M.T di GOR Aroengbinang, dengan melakukan pemotongan tumpeng. Setelah acara pembukaan, para siswa melakukan sarapan sehat bersama, dengan menu yang telah ditentukan, yaitu Nasi, urap, baceman dan jus buah yang disiapkan siswa secara mandiri.

Semua program tersebut tentu diharapkan mengambil peran dalam turut menjaga, mengontrol serta meningkatkan kesadaran pentingnya budaya hidup sehat, mulai dari kesehatan jasmani, kesehatan makanan, kesehatan lingkungan, dan kesehatan mental. (red-SMANSaKu)

SMANSAKUTO

Berita Lainnya