Kategori : BERITA Dipublish pada tanggal 24/07/2026 22:57:21 WIB
SMANSaKu-News. Connecting Before Correcting artinya menghubungkan (membangun kedekatan) sebelum mengoreksi. “Dalam pola asuh kepada anak, orang tua sebaiknya membangun kedekatan kepada anak dulu sebelum melakukan koreksi pada anak. Jangan sampai orang tua terlu terburu-buru menilai jelek atau salah kepada anak, sebelum memiliki kedekatan emosional kepada anak”
Hal tersebut disampaikan oleh Rofiah Akbar, M.Psi., seorang psikolog, yang sehari-hari bertugas melayani poli jiwa di Puskesmas Kecamatan Karanganyar. Rofiah hadir di SMA Negeri 1 Kutowinangun untuk memberikan materi parenting yang bertajuk “Peluk Mimpinya, Dampingi Langkahnya” yang diperuntukkan bagi murid kelas X/Fase E yang dihadirkan Bersama orang tua/walinya.
Parenting adalah proses pengasuhan, pembimbingan, dan pendidikan anak oleh orang tua atau pengasuh untuk membantu anak tumbuh dan berkembang secara optimal, baik secara fisik, emosional, sosial, maupun intelektual.
Di hadapan 351 mrid Bersama orang tuanya, Rofiah juga menjelaskan beberapa kebiasaan orang tua yang keliru ketika memberikan pola asuh dirumah. Orang tua memiliki peran penting dalam membimbing dan mengarahkan putra-putrinya di rumah.
Setiap anak memiliki potensi yang berbeda-beda dan memiliki pola perkembangan dan pertumbuhan yang berbeda pula.
Sentuhan dan bimbingan orang tua sangat menentukan tumbuh kembangnya anak. Setiap sentuhan orang tua akan mampu memberikan energi positif bagi anak.
Rofiah juga mengingatkan para anak, agar selalu menghormati dan mematuhi orang tuanya, salah satunya dengan cara membantu orang tua di rumah. “Berdasarkan survey, anak-anak yang rajin membantu orang tuanya, masa depannya lebih sukses dibanding teman sebanyanya. Anak yang biasa membantu orang tuanya biasanya jauh lebih survife dalam menghadapi persoalan dirinya dan lebih mendiri” imbuhnya. (red-SMANSaKu)