Kategori : BERITA Dipublish pada tanggal 21/11/2024 19:07:51 WIB
SMANSaKuNews. Patah hati bisa dialami oleh siapa saja, khususnya generasi muda dan pelajar yang orientasi hidupnya masih labil. Remaja dan pelajar disebut generasi yang tengah mencari jati dirinya, maka butuh panutan dan sosok yang mau memperhatikan dan melindunginya. Peran orang tua dan kenyamanan dalam keluarga adalah kunci utama, agar anak tidak mencari tempat dan lingkungan yang salah di luar sana. Disaat anak-anak mendapat masalah, keluargalah muara paling tepat untuk mencari solusinya.
Begitu yang dialami Akmal (diperankan M. Ghaisan Akmal), sosok pelajar yang tidak menemukan keluarga yang bisa menjadi tumpuan dan tempat berkeluh kesah. Merasa putus cinta dengan kekasihnya, seolah Akmal seperti kapal yang kehilangan haluannya ketika diterpa ombak. Jika nahkoda tidak piawai mengendalikan kapal, maka kapal akan terseok-seok ketika badai datang menghantamnya. Kegundahan Akmal akhirnya bertambat pada teman akrabnya di sekolah, Sofyan (diperankan Sofyan juga). Dialah sosok yang selalu hadir, memberi perhatian Akmal di setiap ada permasalahan. Keakraban Akmal dan Sofyan makin lama makin intim, keduanya makin terbuka, saling memperatikan, saling berbagi dan merasa mendapat kenyamanan.
Keintiman Sofyan dan Akmal ternyata makin menjadi, tidak hanya saling membantu permasalahan masing, tetapi juga saling menghibur. Dua remaja yang tengah masuk masa puber akhirnya terjerumus ke dalam hubungan asmara sesama jenis (homoseksual). Peran media sosial dan akses internet melalui HP turut mendukung hubungan terlarang keduanya, yang nyaris tak terkontrol oleh orang tua. Hubungan terlarang kedua insan sesama jenis ini akhirnya berakhir dengan meninggalnya Sofyan, yang kemudian diketahui mengidap penyakit kelamin HIV. Akmal harus mengalami kehilangan lagi dan merasa sock berat yang kedua kalinya. Kali ini tidak ada lagi tempat untuk berkeluh kesah dan berbagi. Rasa penyesalan, rasa malu, berkecamuk di dalam benak Akmal. Tak kuat menahan beban masalah yang begitu berat, Akmalpun akhirnya mengakhiri hidupnya dengan gantung diri.
Kisah tragis di atas adalah sinopsis dari Video Iklan Layanan Masyarakat berjudul “LGBT”, garapan siswa kelas X/Fase E-10, dlm rangka kegiatan P-5 dengan tema Pergaulan Bebas. Video garapan Sutradara : Umi Riyanti dan Rahma dinyatakan sebagai pemenang pada ajang pembuatan Video Iklan Layanan Masyarakat pada program P-5 bagi kelas X/Fase E yang mengambil tema Bangunlah Jiwa dan Raganya.
Cerita Video di atas juga mengingatkan kita, akan pentingnya peranan orang tua melalui keluarga dan guru untuk mengawal pergaulan anak-anak agar tidak terjerumus dalam lingkungan yang salah, apalagi terperangkap dalam pergaulan bebas. Film pendek ini dianggap cukup syarat akan pesan moral dan edukasi, sehingga Dewan Juri yang terdiri Bpk Teguh Riyanto, S.Kom dan Ibu Puji Purwati, S.Pd. Menurut salah satu Dewan Juri Bpk Teguh Riyanto, S.Kom, “Video karya anak-anak yang lain sebenarnya banyak yang cukup bagus sebagai media sosialisasi atau iklan layanan masyarakat. Siswa cukup kreatif. Semoga bakat siswa kedepan bisa teris dikembangkan” ungkapnya (red-SMANSaKu-disarikan dari Film Pendek LGBT)