SMANSAKUTO

Tantangan Guru Untuk Meningkatkan Digitalisasi Pembelajaran

Kategori : BERITA   Dipublish pada tanggal 18/09/2026 21:24:04 WIB

#
BERITA 18/09/2026 21:24:04 WIB Dilihat 90 kali

Tantangan Guru Untuk Meningkatkan Digitalisasi Pembelajaran

 

SMANSaKu.News. Hal tersebut diungkapkan Putut Joko Wibowo, S.Kom, M.T, dalam Bimbingan Teknis (Bimtek Boskin) bertemakan Penguatan Digitalisasi Pembelajaran di SMA Negeri 1 Kebumen, yang diikuti oleh perwakilan guru dari 4 sekolah, yaitu SMA Negeri 1 Kutowinangun, SMA Negeri 1 Pejagoan, SMA Negeri 1 Mirit dan SMA Muhammadiyah Gombong.

Dengan kemajuan teknologi informasi, luasnya jaringan internet, berkembangnya berbagai aplikasi digital pembelajaran, maka guru dituntut untuk bisa mengimplementasikan berbagai menu digital ke dalam pembelajaran, sehingga pembelajaran menjadi lebih menarik, tidak membosankan dan interaktif. MPI atau Multimedia Pembelajaran Interaktif adalah alat bantu ajar berbasis digital yang menggabungkan teks, gambar, suara, video, animasi, dan simulasi untuk menciptakan komunikasi dua arah antara guru dan siswa, sehingga terjadi interaksi yang efektif dalam pembelajaran.” Jelas Putut selaku narasumber.

Selain jaringan internet dan computer, saat ini Sebagian besar sekolah telah memiliki sarana pendukung berupa , PID atau Papan Interaktif Digital (atau sering disebut juga Interactive Flat Panel). PID seperti layaknya komputer layar lebar, yang merupakan salah satu media pembelajaran modern berupa layar sentuh besar yang berfungsi sebagai pusat kendali dan pengganti papan tulis konvensional di kelas. PID dapat difungsikan sebagai computer atau papan tulis digital yang terhubung langsung dengan jaringan internet, sehingga guru dapat menyimpan data dalam drive atau berselancar untuk mencari sumber belajar secara langsung (online).

Melalui bimtek ini, diharpkan guru dapat melakukan transformasi pembelajaran konvensional ke pembelajaran modern berbasis teknologi. Kehadiran kecerdasan buatan AI  (Artificial Intelligence) harus dapat dimanfaatkan guru sebagai asisten dalam merancang dan membuat media pembelajaran berbasis digital.

“Tantangan guru saat ini adalah harus bisa berkomunikasi dengan AI, agar benar-benar dapat kita manfaatkan menjadi asisten yang membantu pekerjaan kita, dengan banyak berlatih membuat promt (intruksi atau perintah) yang bisa dipahami aplikasi yang berbasis AI. ChatGPT misalnya, semakin sering kita pakai, maka AI akan makin cerdas juga ” imbuhnya

Untuk pembuatan media pembelajaran, agar hasilnya lebih maksimal, Putut menyarankan menggunakan ChatGBT yang berbayar.

Pada Bimtek kali ini, semua peserta mendapat tugas untuk Menyusun Rencana Pembelajaran (RPP) yang mengintegrasikan pembelajaran Digital, dan diminta memperagakan pada Bimtek berikutnya.

Acara ditutup, oleh Rohmat Priyono, S.Pd, M.M, selaku Kepala SMA Negeri 1 Mirit selaku tuan rumah penyelenggara Bimtek. (red-SMANSaKu)

 

 

 

 

SMANSAKUTO

Berita Lainnya