Kategori : BERITA Dipublish pada tanggal 02/07/2025 22:05:47 WIB
SMANSaKuNews. Tahun ajaran baru 2025/2026 tinggal beberapa hari lagi. Berbagai hal disiapkan sekolah untuk menyongsong tahun ajaran baru, mulai dari penyiapan sarpras dan kurikulum sebagai kerangka acuan dalam memberikan pedoman proses pembelajaran. Di dunia pendidikan menengah, saat ini cukup ramai diperbincangkan berbagai issu kebijakan dan program pendidikan, sehingga seolah berkembang adanya kurikulum baru menggantikan kurikulum Merdeka yang saat ini tengah dipakai. Padahal sejatinya kurikulumnya tetap, hanya pendekatan pembelajarannya yang berubah menjadi Deep Learning atau pembelajaran mendalam.
Dalam rangka menyiapkan kerangka operasional pembelajaran, SMA Negeri 1 Kutowinangun menyelenggarakan workshop tentang “Review KSP dan Pengembangan ATP/MA dengan Pendekatan Deep Learning “Menjadi agenda tahunan, di tiap awal tahun pelajaran sekolah menyelenggarakan tinjauan kembali (Review) Kurikulum Satuan Pendidikan (KSP). Review KSP bertujuan untuk melakukan evaluasi pelaksanaan kurikulum di tahun sebelumnya sekaligus melakukan penyesuaian dengan kebijakan baru di bidang pendidikan yang harus segera direspon” ungkap Pak Pawit, S.Pd selaku Waka Kurikulum.
Deep Learning atau pembelajaran mendalam, adalah pendekatan pembelajaran yang menekankan pemahaman konsep secara mendalam dan penguasaan kompetensi, bukan hanya menghafal materi. Pendekatan ini mendorong siswa untuk aktif terlibat dalam proses pembelajaran, menghubungkan konsep dengan dunia nyata, dan mengembangkan pemikiran kritis.
Namun demikian, sampai saat ini pihaknya belum menerima petunjuk resmi secara tertulis, tentang berbagai kebijakan baru, sehingga perubahan yang dilakukan masih bersifat konsep terbuka, sangat mungkin dilakukan perubahan, sambil dikonsultasikan dengan Pengawas.
Dengan adanya kebijakan baru ini, mulai tahun ajaran baru sudah tidak ada lagi kegiatan P-5, namun muncul 8 Dimensi Kelulusan yang menjadi tolok ukur capaian kurikulum sekolah. Perubahan kebijakan pendekatan Deep Learning juga memiliki konsekuensi penyesuaian seluruh dokumen perangkat pembelajaran. Sekolah tetap membuat berbagai kegiatan guna tercapainya 8 dimensi lulusan, yaitu keimanan dan ketakwaan, kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, dan komunikasi. Dimensi-dimensi ini dirancang untuk membentuk lulusan yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki nilai-nilai luhur, kemampuan berpikir kritis, dan keterampilan yang relevan dengan kehidupan
Dalam kesempatan review KSP tersebut, juga diadakan refleksi program sekolah yang dipandu langsung Kepala Sekolah, Ibu Tri Lestari A, S.Pd. “Secara umum program sekolah telah berjalan baik dan lancar, terbukti sekolah tahun ini memperoleh BOS Kinerja. Namun demikian sekolah perlu mendengarkan masukan, kritik, sekaligus saran dari Bapak/Ibu guru guna peningkatan program sekolah yang belum berjalan optimal di tahun berikutnya” jelasnya (red-SMANSaKu/Kurikulum).