SMANSAKUTO

Deep Learning Untuk Wujudkan Pembelajaran Lebih Bermutu

Kategori : BERITA   Dipublish pada tanggal 19/06/2025 19:12:33 WIB

#
BERITA 19/06/2025 19:12:33 WIB Dilihat 3536 kali

Deep Learning Untuk Wujudkan Pembelajaran Lebih Bermutu

SMANSaKuNews. Upaya meningkatkan pembelajaran di sekolah, saat ini Kementrian Pendidikan Nasional, mengenalkan pendekatan belajar baru Deep Learning (Pembelajaran Mendalam). Untuk menerapkan konsep deep learning, SMA Negeri 1 Kutowinangun menyelenggarakan workshop tentang konsep deep learning yang akan segera diimplementasikan di tahun ajaran baru. Guru harus segera menyiapkan diri terkait dengan revisi ATP (Alur Tujuan Pembelajaran) dan MA (Modul Ajar) yang memuat konsep deep learning. ATP (Alur Tujuan Pembelajaran) dalam Kurikulum Merdeka adalah rangkaian tujuan pembelajaran yang disusun secara sistematis dan logis untuk setiap fase pembelajaran. ATP ini berfungsi sebagai panduan bagi guru dan peserta didik untuk mencapai capaian pembelajaran di akhir setiap fase. ATP menggantikan peran silabus dalam Kurikulum Merdeka

Hadir sebagai narasumber Ibu Nur Wahidah, S.Pd, Guru Matematika sekaligus Tim Kurikulum yang sebelumnya telah mengikuti kegiatan serupa di Hotel Candisari Karanganyar. Dalam kesempatan tersebut Ibu Nur Wahidah, S.Pd memaparkan tentang konsep pembelajaran Deep Learning, untuk mewujudkan Pembelajaran yang Bermutu” yang mengadopsi dari hasil workshop di Hotel Candisari, Karanganyar beberapa waktu lalu.

“Deep Learning bukan model pembelajaran baru, bukan juga kurikulum baru. Deep Learning adalah sebuah pendekatan cara belajar, agar tercipta pembelajaran yang berkesadaran, menyenangkan dan lebih bermakna. Deep Learning adalah pendekatan pembelajaran yang menekankan pemahaman konsep dan penguasaan kompetensi secara mendalam dalam tiap cakupan materi, tidak hanya seputar pengetahuan. Pendekatan Deep Learning terdiri dari tiga elemen utama, yaitu Meaningful Learning, Mindful Learning, dan Joyful Learning. Masing-masing elemen ini memiliki peran penting dalam membangun pengalaman belajar yang lebih mendalam dan bermakna bagi siswa” ungkapnya di depan peserta yang terdiri dari seluruh guru SMA Negeri 1 Kutowinangun.

Dalam Deep Learning, siswa didorong untuk secara aktif terlibat dalam proses pembelajaran dan menyelami topik yang sedang dipelajari, sehingga ia dapat menjelajah lebih dalam dari topik tersebut.

Berbeda dengan pendekatan pembelajaran sebelumnya, yang dikenal dengan surface learning, siswa hanya belajar di permukaan saja. Hanya mengenal dan memahami materi saja. Dalam deep learning harus tercipta suasana pembelajaran yang berkesadaran, bermakna dan menyenangkan/menggembirakan. Berkesadaran artinya, tumbuh minat dan kemauan untuk belajar. Berfikir artinya, siswa dapat menikmati hasil pembelajaran, berfikir dan menyenangkan atau menggembirakan, menantang dan menginspirasi. Penerapan konsep pembelajaran ini dilandaskan pada 3 dimensi pembelajaran pemahaman, aplikasi dan refleksi.

Acara dibuka oleh Kepala SMA Negeri 1 Karanganyar, Ibu Tri Lestari A, S.Pd yang sekaligus dalam kesempatan tersebut menyampaikan motivasi dan refleksi kepada Bapak/Ibu guru. “Seorang guru harus mencintai profesinya, sebagaimana harapan pemerintah melalui slogan ASN Beraklhak. Kecintaan terhadap profesi harus ditunjukkan dedikasi, pengabdian dan memberikan pelayanan dalam mengajar. Guru yang hebat adalah guru yang mampu melahirkan beberapa karya bermutu, tetapi guru yang bermutu mampu melahirkan ribuan orang hebat” ungkapnya.

Ibu Tri Lestari juga mengajak Bapak/Ibu guru untuk melakukan refleksi, apakah dalam melaksanakan profesinya dan kewajibannya sudah sesuai atau belum.

Keberhasilan pembelajaran deep learning, akan terlihat dari 8 dimensi lulusannya, yaitu keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan YME, kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, dan komunikasi. Konsep ini bertujuan untuk membentuk lulusan yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki karakter dan kompetensi yang utuh.  (red-SMANSaKu)

 

 

 

SMANSAKUTO

Berita Lainnya