SMANSAKUTO

Legenda Jembatan Bolongan 5 di Kecamatan Ambal

Kategori : BERITA   Dipublish pada tanggal 29/10/2025 19:24:26 WIB

#
BERITA 29/10/2025 19:24:26 WIB Dilihat 751 kali

Legenda Jembatan Bolongan 5 di Kecamatan Ambal

SMANSaKuNews. Tidak banyak yang tahu, bagaimana sebuah jembatan di daerah Kecamatan Ambal memiliki cerita unik dan mistis. Entah sebuah kebetulan atau memang benar sesuatu rancangan yang telah diperhitungkan secara matang, tetapi ada kesesuaian antara fakta di lapangan dengan cerita yang berkembang di masyarakat. Cerita inipun terus mengalir secara turun temurun dan diyakini sebagai cerita yang dipercaya kebenarannya oleh masyarakat. Sahwa, murid kelas X/E-9 mengangkat cerita ini dalam “Dongeng Bahasa Ibu” yang bertemakan cerita lokal.

Sebuah jembatan peninggalan Belanda, yang terletak di Desa Benerkulon, Kecamatan Ambal memiliki cerita yang cukup unik. Jembatan yang memiliki 5 lobang ini di bangun sekitar tahun 1838 ketika masa Pemerintahan kolonial Belanda berkuasa di Indonesia, dibawah kepemimpinan Gubernur Hindia Belanda yaitu Herman Wiliem Daendels, yang terkenal menerapkan kerja rodi atau tanam paksa. Daendels membangun jembatan yang digunakan sebagai media transportasi kompeni dan penghubung antara Kecamatan Ambal dan Kecamatan Kutowinangun. Kala itu di wilayah Ambal yang merupakan wilayah Kabupaten yang berpusat di Ambalresmi dan dipimpin oleh  Bupati K. R. A. H. Poerbanagara.

Dalam proses pembangunan jembatan penghubung Ambal dan Kutowinangun, Daendels juga menerapkan sistem kerja rodi atau R?musha, dengan memanfaatkan tenaga kerja warga sekitar tanpa diberi upah dan makan. Dalam pembangunannya jembatan ini sempat mengalami beberapa kali ambrol, sehingga Pemerintah Belanda merasa kewalahan karena tidak tahu penyebabnya. Akhirnya Belanda menemui seorang dukun sakti di wilayah Ambal. Dari dukun sakti, Daendels mendapat petunjuk agar jembatan diberi tumbal sepasang manusia penganten baru dengan cara di kubur hidup-hidup. Belanda kemudian mencari sepasang pengantin muda, untuk dijadikan tumbal. Dengan tumbal sepasangan penganten muda, ternyata jembatan tidak lagi ambrol (runtuh).

Jembatan ini dikenal menjadi salah satu tempat yang cukup angker. Menurut cerita beberapa masyarakat setempat yang melewati jembatan ini di malam hari, sering mendengar suara rintihan ibu-ibu dengan sosok perempuan berpakaian serba putih yang memanggil manggil bayinya. Jembatan ini kemudian diberi nama jembatan Bolongan 5 (Jembatan dengan 5 lobang).

Tanpa disadari, jumlah lobang ini juga menggambarkan bahwa untuk menuju ke Kutowinangun harus melewati 5 Desa di Kecamatan Ambal, yaitu Desa Sidoluhur, Sinungrejo, Pagedangan, Surobayan dan Mekarsari.

Hingga kini misteri jembatan 5 lobang (Brog Bolongan 5) ini masih menyimpan misteri dan dianggap angker. Ditahun 2004, jembatan ini sempat mengalami pemugaran dan pelebaran oleh Pemerintah Kabupaten Kebumen. Kondisi jembatan sampai saat ini masih berdiri kokoh dan berfungsi dengan baik, meskipun beberapa bagian jembatan tampak mulai rapuh. (red-SMANSaKu-disarikan naskah lomba Dongeng-Kelas E-9 yang diperankan oleh Sahwa)

 

 

 

SMANSAKUTO

Berita Lainnya