Kategori : BERITA Dipublish pada tanggal 25/11/2024 18:40:09 WIB
SMANSaKuNews. Memed Marzuki, S.Pd salah satu guru senior Seni Musik di SMA Negeri 1 Kutowinangun, yang hampir purna tugas besok pada tanggal 1 Desember 2024. Beliau tercatat sebagai guru paling senior yang mengabdi di sekolah ini, sejak tahun 1990 telah mengajar di sekolah ini. Pasang surut dan perjalanan sekolah pernah dialami semua, dengan mengalami beberapa pergantian kepemimpinan/Kepala Sekolah. Sekolah seperti menjadi rumah kedua bagi Pak Memed, waktunya banyak di habiskan di sekolah, dengan penuh ketekunan mendampingi siswa-siswi dari generasi ke generasi. Tidak hanya saat jam pelajaran, tetapi juga melatih sampai sore hari, ketika mendamping siswa latihan musik dan kegiata ekstrakurikuler. Bahkan beberapa guru SMA N 1 Kutowinangun saat ini adalah alumni sekolah ini, termasuk hasil gemblengan pak Memed, yang dulu pernah menjadi siswanya.
Bagi Pak Memed peringatan Hari Guru Nasional (HGN) ke-79 tahun ini bisa jadi adalah peringatan yang terakhir selama masih bertugas. Ketika Bu Tri Lestari, S.Pd menerima karangan bunga dari OSIS sebagai tanda ucapan Hari Guru Nasional, lantas karangan bungan tersebut di diteruskan diberikan ke Pak Memed. Ini adalah simbol yang patut dicontoh, bagaimana Bu Tri selaku Kepala Sekolah, yang bisa dibilang masih tergolong lebih muda dari Pak Memed, memberikan penghormatan kepada guru yang lebih tua/senior. Kelihatan sepele, tetap dalam tata adat Jawa, budaya ini patut menjadi contoh para generasi muda, bagaimana cara kita menghormati orang yang lebih tua, begitu pula bagaimana orang tua menyayangi yang lebih muda.
Ketika menerima karangangan bunga yang tidak disangka itu, Pak Memed lantas memberikan pesan kepda para guru muda dan para siswa Agar siswa bisa mempertahankan dan meningkatkan prestasi sekolah. Jika saat ini SMA Negeri 1 Kutowinangun berada di peringkat 3 di Kabupaten Kebumen, maka kedepan SMA Kuto agar bisa menjadi nomor 2 atau yang terbaik di Kebumen. Banyaknya guru yang juga alumni SMA Negeri 1 Kutowinangun, maka sebaiknya bisa menjadi spirit buat rekan guru yang lain dalam terus mengembangkan prestasi sekolah. Ajarkan anak-anak tidak hanya soal ilmu, tetapi juga adab atau so[an santun, sehingga mereka memiliki unggah-ungguh pada guru dan orang yang lebih tua” ungkapnya
Selain dari OSIS, Pak Memed juga banyak menerima karangan bunga dari para siswa, yang sebentar lagi terasa bakal kehilangan sosok Pak Memed di sekolah ini. (red-SMANSaKu)