Kategori : BERITA Dipublish pada tanggal 20/08/2024 20:28:59 WIB
SMANSaKuNews. Kegigihan cinta Bandung Bondowoso untuk mempersunting Roro Jonggrang dengan menyanggupi segala syarat yang diajukan Roro Jonggrang, meskipun terlihat mustahil dapaat dicontoh sebagai bentuk motivasi yang perlu ditiru dengan menyelesaiakan pekerjaan sesuai target waktu yang ditentukan. Kisah semalaam untntuk mewujudkan keinginan sang kekasih menjadi semangat Bandung Bondowoso, untuk dapat membuktikan kesungguhan hatinya mencintai Roro Jonggrang, meskipun sebuah keniscayaan, karena cinta Bandung Bondowoso ternyata bertepuk sebelah tangan, dan harus menelan kekecewaan. Permintaan membuat 1 lobang sumur Jalatunda dan 1.000 candi dalam semalam seolah pekerjaan yang mustahil dapat diselesaikan.
Ada yang sama dengan project yang dilakukan Bandung Bondowoso, bagaimana semangat siswa-siswi SMA Negeri 1 Kutowinangun didampingi Bpk/Ibu guru dalam menyelesaikan pekerjaan untuk mempersiapkan karnaval di Kecamatan Kutowinangun, hari ini, Selasa, 20 Agustus 2024. Anggota OSIS secara bergotong royong, sampai larut malam menyelesaikan tiap konsep karnaval, agar dapat memberikan penampilan terbaiknya. Bapak Imam Sawabi, dkk yang mendampingi siswa langsung, menjelaskan “Siswa telah melakukan persiapan sejak pagi hari dan kemungkinan paling cepat pekerjaan bisa diselesaikan sampai jam 22,00 WIB atau bisa sampai tengah malam, karena beberapaproperty masih belum finish. Namun siswa masih bersemangat menyelesaikan sebaik mungkin dan terlihat kompak” jelasnya
Kepala Sekolah, Ibu Tri Lestari Asmorowaty, S.Pd melalui Pujiono, S.Pd selaku Waka Kesiswaan, juga menghimbau kepada siswa agar bisa diselesaikan secepatnya, sebab siswa juga tetap harus beristirahat untuk persiapan fisik esok harinya. “Tema kita memang cukup banyak, dan siswa yang diterjunkan juga mencapai 100 siswa. Sebagian property yang kita gunakan adalah property yang kemarin digunakan di karnaval Kabupaten, pada minggu 18 Agustus 2024. Kita berupaya memberikan penampilan terbaiknya dlm rangka turut memeriahkan HUT kemerdekaan RI, baik di tingkat Kecamatan maupun tingkat Kabupaten
DI akhir pelaksanaan karnaval. Pujiono, S.Pd memberikan apresiasi kepada seluruh siswa dan guru pendamping, "Semuanya tidak ada yang sia-sia
meskipun harus lembur berhari-hari, harus ketinggalan materi, harus dimarahi dan berdebat dengan orangtua karena pulang malam, dan banyak sekali yang harus kita korbankan baik waktu, tenaga, bahkan airmata. tapi percayalah proses ini yang membentuk kalian bermental dan berkualitas juara.
kalian anak-anak hebat, dan kami sangat bangga berproses bersama kalian" tuturnya (red-Kesiswaan)