Kategori : BERITA Dipublish pada tanggal 21/11/2024 17:52:57 WIB
SMANSaKuNews. Film Pendek “Budaya Yang Pudar” karya siswa-siswi kelas X/Fase E-7 akhirnya terpilih sebagai Film Pendek terbaik pada ajang lomba Film Pendek yang diselenggarakan Panitia HUT Sekolah dalam rangka memeriahkan HUT SMA Negeri 1 Kutowinangun yang ke-40. Film Pendek yang dimainkan oleh 14 siswa kelas E-7 dengan tokoh Utama Larasati yang diperankan oleh Nahla, Lurah Darmoko yang diperankan oleh Didi, Jajang diperankan oleh Ikhvan, dan Nyi Darsih diperankan Sheillo, sungguh bisa mencuri perhatian Dewan Juri yang terdiri dari Bpk Isman Sawabi, S.Pd, Teguh Riyanto, S.Kom dan Ibu Riski Hikmawati, S.Pd
Film ini berkisah seorang gadis Desa bernama Larasati yang merupakan anak seorang abdi dalem Lurah Darmoko. Jabatan Lurah adalah jabatan yang cukup terhormat dan berwibawa di kampung. Niat memperbaiki nasibnya Larasati kemudian merantau ke kota. Hiruk pikuk suasana dan perabadan kota, mampu membius Larasati, mengubah gaya hidup dan penampilan Larasati. Larasati kini tumbuh dewasa di kota, dan sudah tidak terlihat lagi seperti Larasati yang dulu, anak kampung yang lugu dan polos, penuh kesederhanan. Kepulangan Larasati ke kampungnya, cukup menyita perhatian warga, termasuk Pak Lurah dikampungnya, yang kala itu sudah dijabat oleh Jajang Aminoto, yaitu anak Lurah lama Bapak Darmoko, ketika Larasati masih kecil.
Saat Larasati disuruh menghadap Pak Lurah Jajang, bak seperti bidadari kota yang masuk kampung, penampilan, gaya dan tutur kata Larasati ternyata sudah jauh dengan peradaban dan adat kampungnya yang masih memegang teguh etika dan unggah-ungguh. Perubahan sikap Larasati dianggap Lurah Jajang sudah terlalu dan tidak lagi sesuai dengan peradaban di kampungnya. Larasati akhirnya diusir dari kampungnya. Rasa malu bu Darsih ketika itu pecah, melihat anaknya sendiri di usir, dan tidak menyadari bahwa keberadaannya di kota mampu menggerus peradaban anaknya yang dibesarkan dan diasuh di kampung. Bu Darsih merasa gagal mendidik anaknya, penyesalah dan rasa malu Bu Darsih pada Pak Lurah sungguh menjadi kisah pilunya.
Pengambilan gambar oleh Tim Kameramen dan alur cerita yang dibangun Sutradara Tiara ini menggambarkan dan memberikan pesan moral pada kita, bahwa budaya dan karakter sesorang bisa saja akan luntur karena pengaruh budaya dari luar.Penanaman karakter memang butuh proses, tetapi karakter akan menjadi nilai yang tidak boleh bertentangan dengan adat setempat. (red-SMANSaKu-disarikan dari Film Pendek-“Budaya Yang Pudar”)