SMANSAKUTO

Peringatan Sumpah Pemuda ke- 98 : Makna Sumpah Pemuda Bagi Pelajar di Era Modern

Kategori : ARTIKEL   Dipublish pada tanggal 28/10/2026 09:04:40 WIB

#
ARTIKEL 28/10/2026 09:04:40 WIB Dilihat 21 kali

Peringatan Sumpah Pemuda ke- 98 : Makna Sumpah Pemuda Bagi Pelajar di Era Modern

SMANSaKu. Sumpah Pemuda merupakan salah satu tonggak penting dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia. Peristiwa ini berawal dari tumbuhnya kesadaran para pemuda bahwa perjuangan melawan penjajahan akan lebih kuat apabila dilakukan secara bersama-sama, tanpa membedakan suku, agama, bahasa, maupun daerah asal. Semangat tersebut diwujudkan melalui Kongres Pemuda II yang berlangsung pada 27–28 Oktober 1928 di Batavia, sekarang Jakarta. Kongres ini melibatkan berbagai organisasi pemuda, antara lain Jong Java, Jong Sumatranen Bond, Jong Celebes, dan organisasi pemuda lainnya. Tokoh-tokoh yang berperan penting dalam peristiwa ini antara lain Soegondo Djojopoespito sebagai ketua kongres, Mohammad Yamin yang merumuskan gagasan persatuan, serta Wage Rudolf Supratman yang memperkenalkan lagu Indonesia Raya.

Hasil penting Kongres Pemuda II dikenal sebagai Sumpah Pemuda, yang berisi tiga ikrar: bertumpah darah satu, Tanah Air Indonesia; berbangsa satu, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia. Ketiga ikrar tersebut menegaskan tekad para pemuda untuk mengutamakan persatuan dan identitas kebangsaan di atas perbedaan. Sumpah Pemuda mengajarkan bahwa keberagaman bukan alasan untuk terpecah belah, melainkan kekuatan untuk membangun bangsa.

Bagi pelajar masa kini, makna Sumpah Pemuda tidak cukup hanya dihafalkan atau diperingati setiap tanggal 28 Oktober. Semangatnya harus diwujudkan dalam tindakan nyata, seperti menghargai teman yang berbeda suku dan agama, menggunakan bahasa Indonesia dengan baik sebagai bahasa persatuan, melestarikan bahasa dan budaya daerah, serta menolak perundungan dan diskriminasi. Di era digital, pelajar juga perlu bijak menggunakan media sosial, memeriksa kebenaran informasi, tidak menyebarkan ujaran kebencian, dan memanfaatkan teknologi untuk belajar serta berkarya.

Selain itu, pelajar dapat meneruskan cita-cita Sumpah Pemuda dengan rajin belajar, mengembangkan kreativitas, berprestasi, menjaga lingkungan, dan berpartisipasi dalam kegiatan positif di sekolah maupun masyarakat. Persatuan dapat dimulai dari hal sederhana, seperti bekerja sama dalam kelompok, menghormati pendapat orang lain, dan menyelesaikan perbedaan melalui musyawarah.

Dengan demikian, meneruskan semangat Sumpah Pemuda berarti menjaga persatuan sekaligus mempersiapkan diri menjadi generasi yang berilmu, berkarakter, dan bertanggung jawab. Para pemuda tahun 1928 berjuang menyatukan bangsa melalui ikrar, sedangkan pelajar masa kini dapat meneruskan perjuangan tersebut melalui pengetahuan, sikap toleran, karya nyata, dan perilaku yang mencerminkan kecintaan terhadap Indonesia. (red-SMANSaKu/Pak RT)

 

SMANSAKUTO

Berita Lainnya