SMANSAKUTO

Dongeng Legenda Lutung Kasarung Mendapat Juara-3

Kategori : ARTIKEL   Dipublish pada tanggal 04/11/2025 15:29:34 WIB

#
ARTIKEL 04/11/2025 15:29:34 WIB Dilihat 8601 kali

Dongeng Legenda Lutung Kasarung Mendapat Juara-3

SMANSaKuNews. Cerita tentang Lutung Kasarung adalah legenda rakyat Sunda dari Jawa Barat, tetapi juga populer di Jawa Tengah, kisah tentang seorang putri bernama Purbasari yang dikutuk oleh kakaknya, Purbararang, sehingga kulitnya penuh bintik hitam. Diasingkan ke hutan, Purbasari ditolong oleh Lutung Kasarung, seekor lutung sakti yang sebenarnya adalah pangeran dari kahyangan, dan kemudian membantunya kembali ke istana dengan memulihkan kecantikannya dan membuktikan diri sebagai tunangan yang tulus. 

Cerita bermula dari sebuah kerajaan di Jawa Barat, hiduplah kakak beradik Purbararang dan Purbasari, dua putri dari Prabu Tapa. Namun, keduanya memiliki sifat yang berbeda meski bersaudara. Purbararang memiliki sifat yang sombong dan pemalas. Sebaliknya, Purbasari amat ramah dan rajin. Purbasari tak pernah menganggap dirinya seorang putri raja. Dia bergaul dengan siapa pun, termasuk rakyat jelata. Ini yang membuatnya dicintai rakyatnya.

Ayahnya, Prabu Tapa mengetahuinya. Ketika Prabu Tapa semakin tua, ia menyerahkan tahta ke Purbasari. Tentu saja ini membuat Purbararang marah dan protes ke ayahnya. Prabu Tapa berusaha menjelaskan dengan penuh kasih sayang. Ia tak mempermasalahkan sulung atau bungsu. Ia memilih Purbasari karena rakyat mencintainya.

Purbasari mewarisi segala kelembutan dan kebaikan hati ayahnya. Ia memerintah dengan bijaksana. Namun, kakaknya Purbararang sangat jengkel dan masih tidak terima. Suatu hari, terdengar teriakan dari kamar Purbasari. Ia kaget karena kulit tubuhnya berbintik-bintik hitam, dan sebagian mengeluarkan nanah yang bau.

Purbasari menangis. Tapi Purbararang tak kasihan melihat adiknya menangis. Ia malah membujuk ayahnya Prabu Tapa untuk mengasingkan adiknya Purbasari ke hutan, agar penyakitnya tidak menular.

Purbasari semakin menangis mendengar perkataan kakaknya. Ia tidak ingin diasingkan. Tapi, Prabu Tapa bimbang. Apalagi, tabib istana belum tahu penyakit yang diderita Purbasari. Prabu Tapa akhirnya dengan meminta maaf lebih memilih untuk mengasingkan Purbasari, supaya rakyat tak tertular jika penyakit tersebut menular.

Purbasari diasingkan di hutan. Di sana, patih istana membuatkannya rumah sederhana. Mengetahui hal ini, Purbasari sangat sedih, tapi demi rakyatnya dia ikhlas. Selama menjalani hari-harinya di hutan, Purbasari bermain dengan hewan-hewan di sana. Ia tetap berusaha untuk ikhlas.

Suatu pagi, ketika Purbasari sedang memetik bunga, tiba-tiba ada hewan yang berayun-ayun di atas pohon. Hewan tersebut adalah lutung yang menyodorkan sebiji mangga ke Purbasari. Purbasari begitu senang karena ia memiliki teman. Si Lutung memang tidak bisa berbicara, tapi ia amat mengerti Purbasari. Lutung juga ikut membantu Purbasari mencari makanan dan mendengarkan segala keluh kesah Purbasari.

Purbasari kemudian memanggil Lutung dengan sebutan Lutung Kasarung, yang artinya Lutung yang tersesat. Waktu terus berjalan, meski sudah berbulan-bulan tinggal di hutan, penyakitnya belum juga sembuh. Suatu ketika Lutung Kasarung mengajak Purbasari untuk bermain dihutan yang terdapat danau yang telah ditaburi bunga oleh Lutung Kasarung. Purbasari diminta membasuh diri dengan air danau yang telah dipenuhi dengan bunga-bunga.  

Sungguh ajaib, penyakit kulit di tubuh Purbasari hilang. Tak ada lagi bintik-bintik dan bau yang tak sedap. Purbasari tak henti-hentinya bersyukur dan berterima kasih ke Tuhan karena kesembuhannya. Ia ingin kembali ke istana. Ketika bersiap-siap, ada kereta kencana berhenti di depan rumahnya. Purbararang turun bersama pria tampan.

Purbasari langsung memeluk kakaknya, berpikir ia sengaja menjemput. Tapi, Purbararang hanya bilang ingin melihat kondisi adiknya. Purbasari menceritakan semuanya ke Purbararang. Namun, Purbararang terus memikirkan cara agar Purbasari tidak kembali ke istana. Ia ingin tetap jadi ratu, apalagi Purbararang sudah menikah dengan Indrajaya.

Purbararang menawarkan syarat kepada Purbasari, jika ingin kembali ke istana. Pertama, Purbasari harus mengalahkan Purbararang soal rambut Jika rambut Purbosari lebih panjang dari Purbararang, maka adiknya boleh kembali ke istana.

Purbasari mengurai rambutnya, dan ternyata jauh lebih panjang. Selama hidup di hutan, Purbasari tidak pernah memotong rambut. Purbararang kalah dalam tantangan pertama. Ia pun mengajukan syarat kedua. Purbararang menantang Purbasari untuk menunjukkan calon suami yang lebih tampan. Purbasari terdiam, dia tidak punya calon suami. Apalagi di hutan, ia hidup sendiri tak pernah bertemu manusia lain.

Purbasari hendak mengakui kekalahannya. Namun, Lutung Kasarung menarik-narik jari Purbasari dan menunjuk dirinya. Purbasari akhirnya mengatakan, jika Lutung Kasarung adalah calon suaminya. Seketika, Purbararang dan Indrajaya tertawa. Pikirnya, mana mungkin seekor lutung bisa mengalahi ketampanan Indrajaya. Ketika siap-siap balik ke kereta kencana, Purbararang mendengar suara aneh.

Tubuh Lutung Kasarung tertutup cahaya putih dan muncul pria jauh lebih tampan dari Indrajaya. Purbasari terkejut dan Lutung Kasarung menceritakan asal usulnya. Lutung Kasarung sebenarnya seorang pangeran yang sejak bayi dikutuk musuh ayahnya. Kutukan itu akan hilang jika seorang perempuan mau mengakuinya sebagai calon suami.

Purbasari tersenyum bahagia, Lutung Kasarung jauh lebih tampan ketimbang Indrajaya. Purbararang mengaku kalah dan mengajak Purbasari ke istana dan kembali menjadi ratu. Lutung Kasarung tak beberapa lama melamar Purbasari. Mereka menikah dan hidup bahagia.

Legenda tersebut didongengkan oleh perwakilan murid kelas Xi/FD-7 dalam  “Lomba Dongeng Bahasa Ibu” yang digelar SMA Negeri 1 Kutowinangun dalam ajang kegiatan Bulan Bahasa dan kegiatan Kokurikuler pada Rabu, 30 Oktober 2025 dan mendapat Juara-3. Tiga perwakilan murid Kelas X/E-6 masing-masing Safa, Arfan dan Shafa. (red-SMANSaKu-disarikan naskah Lomba Dongeng Bahasa Ibu-Perwakilan murid Kelas XI/FD-7)

 

 

 

SMANSAKUTO

Berita Lainnya