Kategori : ARTIKEL Dipublish pada tanggal 03/06/2025 10:55:10 WIB
SMANSaKu.News. Pancasila tidak hanya sebuah simbol tanpa makna. Bagi bangsa Indoensia Pancasila merupakah haluan dan falsafah hidup berbangsa dan bernegara.
Pancasila sebagai pedoman hidup bagi seluruh masyarakat Indonesia dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, tidak lahir begitu saja, tetapi merupakan hasil dari proses panjang dan penuh perjuangan, yang melibatkan para tokoh bangsa dalam rangka menciptakan dasar negara yang sesuai dengan semangat persatuan dan kesatuan.
Peringatan Hari Lahir Pancasila adalah momen untuk mengenang sejarah perjuangan bangsa Indonesia dalam merumuskan dasar negara dan untuk meneguhkan nilai-nilai Pancasila sebagai ideologi bangsa.
Lahirnya Pancasila diawali dengan proses pembahasan yang dilakukan dalam sidang pertama Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI). Dalam sidang tersebut, para tokoh bangsa menyampaikan gagasan mengenai dasar negara, termasuk Soekarno yang menyampaikan pidato monumental berjudul "Lahirnya Pancasila" dan mengusulkan lima prinsip yang kemudian menjadi dasar negara, pada tanggal 1 Juni 1945, yang kemudian ditetapkan sebagai Hari Lahirnya Pancasila.
Secara etimologi, Pancasila berasal dari bahasa Sansekerta dan merupakan gabungan dari dua kata yakni panca ‘lima’ dan sila ‘dasar”. Istilah Pancasila diprakarsai oleh Soekarno Sejak Sidang BPUPKI pada 1 Juni 1945 untuk memberi nama atas lima prinsip dasar negara.
Sebelum dirumuskan dan diberi sebutan, konsep Pancasila sudah dirancang sejak hari pertama sidang BPUPKI yang pertama. Pada 29 Mei 1945, Mohammad Yamin mengemukakan lima sila yang terdiri atas peri kebangsaan, peri kemanusiaan, peri Ketuhanan, peri kerakyatan, dan kesejahteraan rakyat.
Pada hari ketiga sidang pertama BPUPKI, tepatnya pada 31 Mei 1945, Soepomo juga mengemukakan lima dasar negara yakni persatuan, kekeluargaan, keseimbangan lahir dan batin, musyawarah, dan keadilan rakyat. Setelah semua usulan disampaikan, dibentuklah panitia kecil yang beranggotakan delapan orang. Anggota tersebut meliputi Soekarno, Moh Hatta, Sutarjo, A. Wachid Hasyim, Ki Bagus Hadikusumo, Otto Iskandar, Mohammad Yamin, dan A. A. Maramis.
Dalam sidang Panitia Sembilan pada 22 Juni 1945, tercapai kesepakatan dasar yang populer dengan nama “Piagam Jakarta” dan kemudian tertuang dalam alinea keempat Pembukaan UUD 1945 yakni sebagai berikut:
Dalam sidang PPKI pada 18 Agustus 1945, ditetapkan bahwa sila pertama Pancasila diubah menjadi “Ketuhanan Yang Maha Esa”. Frasa “syariat Islam” dan sejumlah ketentuan untuk menjalankannya dihapuskan.
Jadi hari lahir Pancasila tanggal 1 Juni 1945, didasarkan pada gagasan awal Pancasila yang disampaikan Presiden Soekarno di hadapan sidang Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) (red-SMANSaKu-Pak RT/disarikan dari berbagai sumber)