SMANSAKUTO

Legenda Pemandian Air Panas Krakal

Kategori : ARTIKEL   Dipublish pada tanggal 30/10/2025 21:12:42 WIB

#
ARTIKEL 30/10/2025 21:12:42 WIB Dilihat 1165 kali

Legenda Pemandian Air Panas Krakal

SMANSaKuNews. Diantara peserta “Lomba Dongeng Bahasa Ibu” yang digelar SMA Negeri 1 Kutowinangun dalam ajang kegiatan Bulan Bahasa dan kegiatan Kokurikuler, ada peserta mengangkat tema sejarah lokal “Pemandian Air Panas Krakal” yang terletak di Kecamatan Alian.

Tiga perwakilan murid Kelas X/E-6 masing-masing Safa, Arfan dan Shafa, mendongengkan kisah ini dalam bahasa ngapak khas Kebumen.

Desa Krakal merupakan salah satu Desa di kawasan di Kecamatan Alian, yang memiliki destinasi wisata yang menyuguhkan pemandian air panas. Selain sebagai tempat wisata, tempat ini juga dipercaya sebagai tempat penyembuhan berbagai penyakit kulit.

Pemandian Air Panas Krakal diduga merupakan tempat wisata tertua di Kebumen, dengan keberadaan yang tercatat sejak tahun 1891 M dan populer sejak era kolonial Belanda. Sejarah tersebut diperkuat dengan adanya dokumen sejarah, dimana kala itu telah ada sebuah iklan di koran atas nama pengelola hotel bernama M. Fleker yang menawarkan pemandian air panas Krakal sebagai lokasi wisata. Meskipun di pintu masuk tertulis tahun 1905, namun riwayat pemandian Krakal sudah ada sejak Abad 19 M, yaitu di sekitar tahun 1891. Kala itu nama "Krakal" dan "Hotel Geopend" (Telah Dibuka Sebuah Hotel) dan dilberi keterangan, "Een der gezondste badplatsen op vor Java voor zeiken en herstelenden" (Salah satu area paling sehat di Jawa untuk orang sakit dan mengalami kesembuhan).

Menurut sejarah Versi para sesepuh, dan keturunan dari Lurah pertama Krakal, yaitu Karyadrana, asal mula Pemandian Krakal, konon ratusan tahun lalu ada salah satu kerabat Keraton Surakarta yang bernama Kyai Agung Sabdo Guno menderita penyakit kulit yang berkepanjangan dan susah untuk diobati. Hingga akhirnya ia bermimpi melihat ada sumur kecil di suatu tempat yang berada di tengah hutan jati. Dan air sumur itu bisa menyembuhkan penyakit kulitnya.Berdasarkan mimpi tersebut, maka berangkatlah Kyai Agung Sabdo Guno ke tempat yang dimaksud seperti dalam mimpinya. Setelah melakukan perjalanan dan penyusuran ke tempat yang sesuai mimpi, ternyata tempat itu adalah sebuah hutan jati kecil yang di sekelilingnya terdapat banyak batuan, dan kerikil yang agak besar (disebut Krakal) bekas gunung berapi. Dan, memang benar di tengahnya ada sumur kecil yang airnya panas serta berasa asin.Setelah rutin mandi di sumur itu, dan Kyai Agung Sabdo Guno pun membuat pertapaan untuk tinggal cukup lama, ternyata penyakit kulitnya berangsur-angsur bisa sembuh.

Kemudian, setelah sembuh dari penyakit kulitnya, ia memberikan nama pada tempat itu. Untuk memudahkan mengingat, tempat itu dinamainya Krakal. Nama itu diambil dari kata krakal yang berarti kerikil yang agak besar.Dan, nama Krakal itu kemudian dipakai sebagai nama desa dari mulai terbentuknya Kelurahan Krakal dengan Lurah pertamanya, Karyadrana. Sampai sekarang nama itu menjadi nama dari Desa Krakal.

Pemandian air panas Krakal bukan hanya sebuah tempat wisata namun sebuah lokasi cagar budaya dikarenakan keberadaannya yang telah ada sejak era kolonial bahkan dinamai Indisch Wiesbaden oleh seorang dokter bernama Baumgarten. Nama Wiesbaden adalah salah satu kota pemandian tertua di Eropa dan terletak di Jerman Barat.  (red-SMANSaKu-disarikan naskah Lomba Dongeng Bahasa Ibu-Perwakilan murid Kelas X/E-6)

 

 

 

SMANSAKUTO

Berita Lainnya