Kategori : ARTIKEL Dipublish pada tanggal 09/02/2025 21:22:42 WIB
SMANSaKuNews. Senasib dengan Matematika dan Fisika, bagi sebagian siswa, pelajaran Kimia seolah menjadi salah satu “momok” diantara pelajaran yang lain. Sugesti yang keliru seperti itu, menyebabkan rasa malas untuk belajar lebih mendalam mapel IPA, khususnya Kimia, karena sudah merasa dihantui bayangan kerumitan-kerumitan dalam proses pembelajarannya. Padahal jika kita menyadari, rumpun pelajaran IPA inilah yang seolah dapat merepresentasikan kemampuan akademik siswa. Siswa yang pandai pada mapel IPA dan Matematika, biasanya akan mudah mengikuti mapel yang lain, dan biasanya memiliki kompetensi yang linier. Sebab salah satu tujuan mapel Matematika dan IPA adalah melatih kita berfikir kritis, jeli dan mendetail serta berupaya mencari alternatif penyelesaian masalah. Dengan demikian nantinya capaian pembelajaran yang diharapkan adalah siswa mampu berfikir secara kritis, mampi memecahkan persoalan dalam hidupnya dan tangguh menghadapi permasalahan, tidak mudah putus asa”.
Hal tersebut dikemukakan Suratno, salah satu pengampu pelajaran Kimia di SMA Kutowinangun ketika memaparkan program aksi nyata didepan para peserta seminar Orientasi Pengenalan Nilai Dan Etika Instansi Bagi Pegawai Pemerintah Dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah Tahun 2025, yang berasal dari Kabupaten Kebumen, Purbalingga dan Banjarnegara baru-baru ini.
“Harus kita akui, bahwa penguasaan mata pelajaran eksak (Matematika dan IPA) bisa membuka pintu masuk ke pemilihan jurusan ke Perguruan Tinggi atau mencari pekerjaan (jika ingin bekerja).
Kajian mapel Kimia memang banyak berhubungan dengan hal yang abstrak, tidak kasad mata dan berkaitan dengan materi yang sangat kecil, atomik (mikroskopis), sehingga diperluakan upaya menyajikan ilmu kimia dalam konsep yang realistis, nyata atau konkrit. Mempelajari Kimia ternyata bisa dimulai dari hal kecil, mudah, sederhana dan dekat dengan kehidupan sehari-hari, sehingga memberikan persepsi Kimia itu nyata, mudah, penting dan ada di sekitar kita.
Belajar Kimia harus mampu menumbuhkembangkan rasa senang dan keingintahuan yang besar, sehingga ada motivasi untuk menggali Kimia lebih mendalam. sebagai salah satu bagian mata pelajaran IPA, berusaha mendekatkan siswa mempelajarinya.
Sabun, sampai, pembersih lantai, pupuk, bumbu masak, minyak tanah, minyak wangi, plastik, kain, besi, cat, tinta, agar-agar, LPG, bensin, oli, aspal, obat-obatan, aneka logam, protein, karbohidrat, air, udara, dan masih banyak lagi, ternyata semuanya adalah materi-materi yang dikupas dalam pelajaran Kimia”.
“Jadi kimia bukan hanya membahas soal atom, nuklir atau zat kimia yang berbahaya. Kita menghirup oksigen yang juga senyawa kimia (O2), minum, mandi dan kebutuhan sehari hari menggunakan air yang merupakan senyawa kimia (H2O), kita mengkonsumsi garam (NaCl) setiap hari, juga senyawa kimia, menggunakan cuka dalam makanan (ternyata adalah senyawa Kimia CH3COOH), citrid acid yang dipakai sebagai pembersih pakaian ternyata adalah senyawa asam sitrat (C6H8O7) senyawa yang sama pada jeruk, alkohol pembersih luka/antiseotik juga senyawa Kimia yang disebut etanol (C2H5OH). Air aki dikenal dengan air keras, atau accu zuur ternyata juga senyawa kimia (H2SO4), bahkan lambung kita juga mengandung senyawa kimia HCl sehingga asam ini dikenal dengan asam lambung, dan tentu masih banyak lagi yang kita harus tahu, untuk menjawab fenomena dalam kehidupan sehari-hari, agar tidak salah dalam pemahaman”
Penguasaan mata pelajaran Kimia diharapkan mampu menumbuhkan insprirasi, karena banyak fenomena dalam kehidupan sehari-hari yang dapat terjawab dengan materi Kimia. (red-SMANSaKu-Pak RT)