Kategori : ARTIKEL Dipublish pada tanggal 24/09/2025 09:43:25 WIB
SMANSaKuNews. Barang bekas identik dengan sampah. Tetapi tidak semua barang bekas tidak berguna. Beberapa kemasan bahan bekas, seperti kemasan makanan ringan, minuman, obat-obatan, pupuk, aneka zat aditif, aneka logam, aneka sabun, aneka pembersih, dan lain-lain yang kita gunakan sehari-hari, jika kita cermati hampir semua mengandung senyawa kimia. Hal ini membuktikan bahwa, banyak senyawa kimia yang sudah sering kita manfaatkan dalam kehidupan kita. Pemahanan akan senyawa kimia sangat penting, agar kita bisa mengetahui manfaat dan dampaknya bagi kesehatan kita. Dengan melihat senyawa yang ada dalam kemasan bekas, kita bisa mencermati jenis senyawanya, rumus kimia, manfaat dan dampaknya. Melalui pemahaman senyawa kimia dalam kehidupan sehari-hari secara faktual, memberikan kesadaran kita dalam mengkonsumsi senyawa kimia tersebut.
Kita sudah menjadi lebih bijak dalam menyikapinya, karena tidak semua zat kimia berbahaya bagi tubuh kita. Melalui project pembuatan media pembelajaran kimia, kita dapat mendekatkan para murid, dengan keberadaan beberapa zat kimia di lingkungan kita, bahkan sudah sering kita gunakan. Murid juga dapat menuangkan kreatifitas melalui pembuatan media pembelajaran dengan memanfaatkan barang bekas, agar memiliki nilai edukatif.
Pemilihan bahan/kemasan bekas juga dapat disesuaikan dengan materi yang tengah diajarkan. Metoda ini telah dicoba dari tahun ke tahun, dan para murid cukup tertarik dan antusias dalam mengerjakan tugas. Berawal dari kemasan bekas, murid harus mendalami dengan mencari jenis senyawanya, rumus kimia, manfaat dan dampaknya dan kemudian mempresentasikan di depan kelas. Dengan bahan bekas yang berbeda-beda antara kelompok, maka akan terjadi pertukaran informasi adanya senyawa kimia yang berbeda. Dengan pengerjaan secara berkelompok, murid juga akan terlatih melakukan kerjsama dengan teman sejawatnya. (red/SMANSaKu)