SMANSAKUTO

Kejayaan Majapahit Simbol Persatuan Nusantara

Kategori : ARTIKEL   Dipublish pada tanggal 07/12/2024 08:48:49 WIB

#
ARTIKEL 07/12/2024 08:48:49 WIB Dilihat 21384 kali

Kejayaan Majapahit Simbol Persatuan Nusantara

SMANSaKuNews. Kerajaan Majapahit adalah salah satu kerajaan terbesar dan terkuat di Nusantara yang berdiri dari sekitar tahun 1293 hingga 1500 M oleh Raden Wijaya. Dikenal sebagai puncak kejayaan kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia, Majapahit mencapai puncaknya di bawah pemerintahan Raja Hayam Wuruk dan patih utamanya, Gajah Mada yang terkenal dengan Sumpah Palapnya.

Raden Wijaya mendirikan kerajaan Majapahit setelah runtuhnya Kerajaan Singasari, ketika Jayakatwang dari Kediri menyerang Singasari, Raden Wijaya melarikan diri dan kemudian mendapatkan dukungan dari pasukan Mongol yang datang untuk menuntut balas atas kematian Kertanegara. Setelah mengusir Jayakatwang, Raden Wijaya berbalik melawan Mongol dan mendirikan kerajaan Majapahit pada tahun 1293.

Di bawah pemerintahan Hayam Wuruk (1350-1389), Majapahit mencapai puncak kejayaannya. Gajah Mada, sebagai patih, mengucapkan Sumpah Palapa untuk menyatukan Nusantara. Di masa ini, wilayah kekuasaan Majapahit meluas hingga mencakup sebagian besar wilayah Indonesia saat ini dan beberapa bagian Asia Tenggara lainnya.

Selain memperluas daerah kekuasaannya, di masa Majapahit berjaya, Kebudayaan dan Ekonomi juga berkembang pesat. Majapahit dikenal dengan seni dan sastra yang melegenda, termasuk karya sastra seperti Nagarakretagama dan Kakawin Sutasoma. Ekonomi Majapahit juga berkembang karena didukung oleh pertanian, perdagangan maritim, dan pelabuhan yang ramai.

Sebelumnya Majapahit dipimpin oleh Raja pertamanya adalah Raden Wijaya (1293-1309). Kemudian digantikan Raja Jayanegara (1309-1328) yang akhirnya mati terbunuh oleh tabibnya sendiri bernama Tanca. Jayanegara selanjutnya digantikan oleh Trihuwana Tunggadewi (1328-1330)  yang akhirnya wafat tanpa meninggalkan putra, sehingga kekuasaannya digantikan oleh adiknya, Bhre Kahuripan, dengan gelar Tribuwanatunggadewi Jayawisnuwardhani, selanjutnya digantikan Hayam Wuruk yang mengantarkan zaman keemasan Majapahit.

Namun sayang setelah kematian Gajah Mada pada tahun 1364, kerajaan Majapahit mengalami perubahan yang signifikan. Kehilangan seorang pemimpin yang kuat seperti Gajah Mada mengakibatkan keruntuhan politik di pusat pemerintahan Majapahit. Penerusnya tidak mampu mengisi peran Gajah Mada dengan baik, dan kehilangan ini mengakibatkan kelemahan dalam kepemimpinan. Perubahan politik dan ketidakstabilan mulai merajalela di kerajaan, dan pusat kekuasaan yang tadinya kuat dan terpusat mulai melemah. 25 tahun setelah Gajah Mada meninggal, Hayam Wuruk menyusul wafat. Kepemerintahan diwariskan ke menantunya Wikramawardhana.

Setelah kematian Hayam Wuruk, Majapahit mengalami kemunduran akibat konflik internal, perebutan kekuasaan, dan tekanan dari kerajaan-kerajaan Islam yang mulai muncul di pesisir utara Jawa.

Pergantian kekuasaan oleh Wikramawardhana, makin memperkeruh situasi Majapahit, termasuk konflik saudara akibat perebutan kekuasaan, yang awal runtuhnya Majapahit.

Pada akhir abad ke-15, Majapahit runtuh dan pengaruhnya digantikan oleh Kesultanan Demak. Kerajaan Majapahit meninggalkan warisan budaya dan sejarah yang sangat penting bagi Indonesia, termasuk pengaruhnya dalam pembentukan identitas nasional yang mampu menyatukan nusantara.

Kebesaran Majapahit dapat dilihat dengan banyaknya saksi sejarah berupa Candi Penataran di Blitar, Candi Tikus di Mojokerto, Candi Sukuh di Karanganyar, Jawa Tengah (candi ini unik karena bentuknya menyerupai piramida), Candi Wringin Lawang di Mojokerto. Sedangkan peninggalan dalam bentuk Karya Sastra, yaitu Kitab Negarakertagama, ditulis oleh Mpu Prapanca. Kitab ini berisi tentang sejarah, perjalanan, dan daerah kekuasaan Majapahit.
selain itu jejak sejarah Majapahit juga dapat dilihat dari Prasasti ( tugu batu yang berisi tulisan) yang berisikan informasi tentang kehidupan dan pemerintahan kerajaan pada masa itu. Contoh prasasti Majapahit: Prasasti Waringin Pitu, Prasasti Prapancasarapura (Red-SMANSaKu-PakRT/disarikan dari berbagai sumber)

SMANSAKUTO

Berita Lainnya