SMANSAKUTO

Peran Santri dlm Perjuangan Bangsa

Kategori : ARTIKEL   Dipublish pada tanggal 22/10/2024 18:48:32 WIB

#
ARTIKEL 22/10/2024 18:48:32 WIB Dilihat 398 kali

Peran Santri dlm Perjuangan Bangsa

SMANSaKuNews. Tanggal 22 Oktober adalah momentum bersejarah bagi bangsa Indonesia, sebab upaya bangsa Indonesia mempertahankan kemerdekaan tak bisa dilepaskan dengan peranan santri. Kala itu pada tanggal 22 Oktober 1945, KH Hasyim Asy'ari, pendiri Nahdlatul Ulama (NU), di Kampung Bubutan, Surabaya,  menyerukan fatwa yang kemudian dikenal sebagai "Resolusi Jihad". Fatwa ini menjadi pemicu berbagai gerakan umat Islam, termasuk para santri, dalam melawan penjajahan.

Melalui Resolusi Jihad, ulama dan santri dari berbagai pesantren bersatu untuk melawan kolonialisme. Salah satu bentuk perjuangan mereka adalah terbentuknya laskar atau pasukan pembela tanah air. Contohnya, Laskar Hizbullah yang mempertahankan wilayah Indonesia dari serangan Sekutu pada tahun 1945. Selain itu kemudian munculnya para pejuang yang berasal dari kalangan santri, seperti KH Ahmad Dahlan dari Muhammadiyah, A Hassan dari Persis, Abdul Rahman dari Matlaul Anwar, serta Ahmad Soorhati dari Al Irsyad. Banyak pula anggota Pembela Tanah Air (PETA) yang berasal dari kalangan santri
Melihat peranan santri dalam ikut mempertahankan kemerdekaan.di era Pemerintahan Joko Widodo, pada tanggal 22 Oktober kemudian ditetapkan sebagai Hari Santri Nasional melalui dengan Keputusan Presiden (Keppres) Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2015 tentang Hari Santri. Dengan digelarnya Hari Santri Nasional, seluruh masyarakat Indonesia diharapkan mampu mengingat, meneladani serta melanjutkan peran para ulama dan santri dalam mempertahankan NKRI.

Tujuan peringatan Hari Santri Nasional adalah untuk memperingati peran santri dalam memperjuangkan dan mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia. Hari Santri Nasional pertama kali oleh kalangan pesantren untuk mengenang jasa para kaum santri bagi kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Peringatan hari santri tidak hanya menyoroti peran penting santri dan pondok pesantren dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia, tetapi juga menjadi momen untuk mengenang sejarah perjuangan umat Islam di Indonesia.

Sejarah mencatat bahwa peran pesantren sebenarnya telah dimulai sejak era pra-revolusi, yakni ketika banyak dari kiai yang memimpin pergerakan dan peperangan melawan penjajah, seperti Kiai Mojo dalam Perang Diponegoro hingga Kiai Abbas dalam Perang 10 November.

Kelompok santri juga berperan dalam menolak sila pertama pada piagam Jakarta yang menyatakan "Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi para pemeluknya," demi menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Setelah reformasi, para santri juga turut menolak berbagai upaya yang dilakukan kelompok tertentu untuk mengubah negara Indonesia menjadi negara Islam. (red-SMANSaKu)


 

SMANSAKUTO

Berita Lainnya