SMANSAKUTO

DI Balik Hari Ayah

Kategori : ARTIKEL   Dipublish pada tanggal 12/11/2024 21:01:29 WIB

#
ARTIKEL 12/11/2024 21:01:29 WIB Dilihat 357 kali

DI Balik Hari Ayah

SMANSaKuNews. Dibalik kesuksesan seorang anak, dibelakang kemewahan dan segala fasilitas yang dinikmati oleh anak dan istri, ternyata ada tokoh yang kadang tidak ingin dikenal, yaitu ayah. Yang ayah tahu adalah mencari nafkah untuk anak dan istri, meskipun kadang ia lupa menikmati jerih payahnya sendiri. Ayah adalah sosok sandaran segala permasalahan keluarga. Meski beban yang dipikulnya terkadang melampaui kekampuannya, namun tak ada kata menyerah untuk seorang Ayah. Seorang ayah kadang berpura-pura sehat, berpura-pura kuat dahkan terkdang berbohong untuk anak istrinya, hanya karena ingin anak dan istri melihat kesusahan dan penderitaan yang dia alami.

Ayahlah yang dulu melatih kita berjalan ketika kecil, sampai bisa melangkahkan kaki sendiri, meski kadang terjatuh. Dialah sosok paling berjasa ketika kita ada masalah, ayahlah yang akan tampil menghibur, menguatkan dan membantu menyelesaiakannya. Ketika kita sakit Ayahlah yang menungguinya, bahkan rela tak tidur semalaman untuk menjaga buah hatinya, yaitu kita. Tak rela anak dan istrinya menderita, maka seorang ayah akan melakukan upaya apapun karena tak rela anak dan istrinya menderita.

Gagasan mengenai perayaan Hari Ayah Nasional ternyata pertama kali dicetuskan oleh Perkumpulan Putra Ibu Pertiwi (PPIP) pada tahun 2004. Dalam suasana Hari Ibu Nasional, PPIP mengadakan sayembara menulis surat di Solo, Jawa Tengah. Menariknya, salah satu surat yang diterima oleh PPIP bertuliskan pertanyaan terkait "kapan diadakan sayembara menulis surat untuk ayah?". Atas dasar ini, PPIP kemudian menanggapi surat tersebut dengan cara melakukan audiensi ke DPRD Kota Surakarta. Akhirnya, setelah dilakukan kajian selama kurang lebih dua tahun. Pada 2006, pemerintah mengabulkan usul PPIP dengan menetapkan 12 November sebagai Hari Ayah Nasional.

Penetapan hari Ayah ini kemudian disusul dengan deklarasi Hari Ayah Nasional yang mengambil semboyan "Semoga bapak bijak, ayah sehat, papah jaya" di Maumere, Flores, NTT. Dengan hari Ayah tentu menjadi refleksi kita untuk mengenang jasa para ayah kita, hormat dan berbakti pada ayah dan ibu kita yang telah berjasa mengantarkan kita sampai saat ini. Tidak ada kesuksesan anak, tanpa peran dan doa para orang tua. (red-SMANSaKu-Rtn)

SMANSAKUTO

Berita Lainnya