Kategori : ARTIKEL Dipublish pada tanggal 31/10/2024 21:41:09 WIB
SMANSaKuNews. Gamelan Jawa merupakan alat musik tradisional khas Indonesia, mahakarya para leluhur bangsa Indonesia yang sudah mendunia. Gamelan Jawa telah menjadi identitas bangsa, karena yang hanya dimiliki oleh bangsa Indonesia. Adanya koleksi seperangkat gamelan Jawa di Museum Paris dan Museum Musik Nasional Amerika Serikat, juga patut membuat masyarakat bangga bahwa alat musik tradisional Indonesia semakin dikenal luas oleh dunia.
Gamelan adalah ensembel musik yang biasanya menonjolkan metalofon, gambang, gendang, dan gong. Musik yang tercipta pada Gamelan Jawa berasal dari paduan bunyi gong, kenong dan alat musik Jawa lainnya. Irama musik umumnya lembut dan mencerminkan keselarasan hidup, sebagaimana prinsip hidup yang dianut pada umumnya oleh masyarakat Jawa.
Nama gamelan sendiri sebenarnya berasal dari dua suku kata "gamel" dan "an". Adapun Gamel dalam bahasa Jawa berarti memukul atau menabuh, sedangkan an dalam bahasa Jawa berarti kata benda. Jadi gamelan merupakan suatu aktivitas menabuh yang dilakukan oleh orang zaman dahulu yang kemudian menjadi nama alat musik ansambel.
Alat musik gamelan diduga sudah dikenal di Jawa sejak tahun 326 Saka (404 masehi), dan penggambaran permainan gamelan masa itu ada di relief Candi Borobudur dan Prambanan. Gamelan Jawa yang berirama lembut umumnya dipakai untuk mengiringi pagelaran wayang dan pertunjukan tari.
Gamelan Jawa terdiri atas instrumen berikut:
Kemunculan gamelan di awali dengan adanya budaya Hindu-Buddha yang mendominasi Indonesia. Instrumen dan bentuknya dikembangkan pada zaman kerajaan Majapahit, hingga saat ini bentuknya tidak mengalami perubahan.
Dalam mitologi Jawa, gamelan diciptakan oleh Sang Gyang Guru Era Saka, dewa yang menguasai seluruh tanah Jawa yang istananya di Medangkamulan (Gunung Lawu). Pertama-tama, Sang Hyang Guru menciptakan gong untuk memanggil para dewa. Kemudian, gong menjadi dua lalu disusul satu set gamelan. Gamelan (terutama) terletak di pulau Jawa yang terdiri dari 75 alat disertai 10-15 sinden. Gamelan Jawa, khususnya, biasa dipakai untuk mengiringi pagelaran wayang dan berbagai pertunjukkan dengan alunan lembut.
Dalam perkembangannya gamelan Jawa kemudian berdiri sendiri sebagai sebuah pertunjukan musik, lengkap dengan penyanyi yang disebut sinden. Gamelan Jawa juga diperdengarkan sebagai alunan musik pengiring pengantin di keraton-keraton Jawa, dan sampai saat ini masyarakat Jawa masih menggunakan gamelan sebagai pengiring acara resepsi pernikahan. (red-SMANSaKu/disarikan dari berbagai sumber)