SMANSAKUTO

Disrupsi Digital, Dukungan atau Ancaman ?

Kategori : ARTIKEL   Dipublish pada tanggal 20/01/2025 20:33:02 WIB

#
ARTIKEL 20/01/2025 20:33:02 WIB Dilihat 5029 kali

Disrupsi Digital, Dukungan atau Ancaman ?

SMANSaKuNews. Akhir-akhir ini tengah santer tentang issu disrupsi digital. Disrupsi digital adalah proses munculnya inovasi digital yang berlangsung cepat dan mengubah nilai-nilai secara fundamental dan historis dengan memisahkan dan menggabungkan kembali sumber daya atau menciptakan hal yang baru. 

Disrupsi digital adalah suatu kondisi terjadinya inovasi dan perubahan besar-besaran secara fundamental karena keberadaan berbagai teknologi digital. Perubahan yang terjadi akibat disrupsi digital pun menyentuh berbagai aspek kehidupan, mulai dari personal, pendidikan, pelaku usaha, hingga kehidupan bernegara. 

Ditengah persaingan teknologi, disrupsi digital tidak bisa kita hindari. Keberadaan disrupsi digital dapat dengan mudah diamati. Saat ini, berbagai teknologi digital telah menjadi bagian tak terpisahkan bagi kehidupan sehari-hari. Kita dapat berbelanja, membayar tagihan, atau melakukan beragam transaksi keuangan melalui dompet digital dll. Mengikuti kursus sampai kuliahpun saat ini tak lagi harus datang ke secara fisik, tetapi cukup dengan duduk di depan laptop dan mengikuti kelas online

Disrupsi digital pun semakin terasa ketika pandemi COVID-19 melanda. Isolasi sosial menjadi titik yang cukup mengubah kebiasaan-kebiasaan lama menjadi bertumpu pada keberadaan teknologi digital. Cara bekerja, sekolah, hingga bersosialisasi mengandalkan teknologi digital agar tetap dapat berlangsung

Disisi lain disrupsi digital telah mengubah perilaku sosial masyarakat. Teknologi hadir di tengah masyarakat pada hakekatnya untuk membantu manusia dalam melakukan berbagai aktivitasnya. Beberapa keuntungan yang paling dirasakan dari keberadaan disrupsi digital secara general adalah efisiensi dan kepraktisan dari segi biaya, waktu, dan tenaga. Dalam kata lain, disrupsi digital membuat berbagai hal kini dapat dilakukan lebih cepat, lebih mudah, dan bahkan murah. Batasan waktu untuk berkomunikasi dan mengakses informasi tak lagi terhalang oleh waktu maupun jarak. 

Namun, kondisi ini juga seperti pisau bermata dua. Ketergantungan atau bahkan kecanduan terhadap dunia digital utamanya dapat memengaruhi kemampuan kognitif seseorang. Di samping itu, berbagai risiko kejahatan juga terbuka semakin luas yang ditandai dengan berkembangnya jenis-jenis cyber crime. 

Mudahnya persebaran informasi yang palsu, radikal, dan tak bertanggung jawab juga menjadi tantangan tersendiri. Tak cuma bagi personal individu, disrupsi digital yang seperti ini turut membuka potensi isu nasional. (red-SMANSaKu-Pak RT/disarikan dari berbagai sumber)

SMANSAKUTO

Berita Lainnya