Kategori : ARTIKEL Dipublish pada tanggal 11/07/2025 21:31:14 WIB
SMANSaKu. Saat ini tengah ramai diperbincangkan tentang Deep Learning. Deep Learning konon bukan kurikulum baru, hanya sebuah pendekatan pembelajaran. Pendekatan pembelajaran yang menekankan pemahaman mendalam dan bermakna bagi siswa. Menurut Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah saat ini adalah Prof. Dr. Abdul Mu'ti, M.Ed.. yang dilantik pada tanggal 21 Oktober 2024 ini, Deep learning diharapkan mendorong siswa untuk belajar secara aktif, berpikir kritis, dan menghubungkan materi pelajaran dengan kehidupan nyata. Meskipun bukan kurikulum baru, deep learning dapat diimplementasikan dalam berbagai kurikulum yang ada sebagai cara untuk meningkatkan
Deep Learning adalah pendekatan pembelajaran yang berfokus pada pemahaman konsep secara mendalam dan penerapan dalam konteks nyata, bukan sekadar menghafal atau mengerjakan soal. Pendekatan ini bertujuan untuk membuat siswa tidak hanya menguasai materi, tetapi juga memahami tujuan dari apa yang mereka pelajari dan bagaimana penerapannya dalam kehidupan.
Deep learning juga bertujuan untuk mengembangkan berbagai kompetensi siswa, termasuk kemampuan berpikir kritis, pemecahan masalah, dan penerapan konsep dalam kehidupan nyata.
Pendekatan deep learning menuntut siswa agar tidak hanya menghafal informasi, tetapi juga berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran. Mereka diajak untuk mengaitkan berbagai ide serta memahami konsep secara mendalam.
Tiga prinsip utama dalam deep learning (pembelajaran mendalam) adalah Mindful Learning (Pembelajaran Sadar), Meaningful Learning (Pembelajaran Bermakna), dan Joyful Learning (Pembelajaran Menyenangkan). Ketiga prinsip ini saling berkaitan dan mendukung terciptanya pengalaman belajar yang mendalam dan efektif.
Mindful learning, atau pembelajaran dengan kesadaran penuh, adalah pendekatan pembelajaran yang menekankan pentingnya kehadiran penuh dan fokus dalam setiap tahapan proses belajar. Dalam mindful learning, siswa diajak untuk menyadari sepenuhnya pengalaman belajar mereka, termasuk pikiran, perasaan, dan sensasi tubuh, tanpa penilaian berlebihan. Tujuannya adalah untuk menciptakan pemahaman yang lebih mendalam, meningkatkan retensi informasi, dan mengurangi stres yang terkait dengan pembelajaran.
Meaningful learning atau pembelajaran bermakna adalah suatu proses belajar di mana siswa tidak hanya menghafal informasi, tetapi juga mengaitkan pengetahuan baru dengan pengetahuan yang sudah mereka miliki dan memahaminya secara mendalam hingga dapat menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Pembelajaran ini menekankan pada pemahaman konsep, bukan sekadar menghafal fakta, sehingga pengetahuan yang diperoleh siswa menjadi lebih relevan dan bertahan lama.
Joyful learning (pembelajaran menyenangkan) adalah sebuah pendekatan pembelajaran yang menekankan pada suasana belajar yang positif, menarik, dan memotivasi siswa untuk belajar dengan rasa senang dan antusias. Pendekatan ini berupaya menciptakan pengalaman belajar yang berkesan, dimana siswa merasa nyaman, aman, dan termotivasi untuk berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran.
Sudah siapkah sekolah, guru dan siswa menghadapi pendekatan baru dalam pembelajaran deep learning ini ? (red-SMANSaKu/Pak RT-disarikan dari berbagai sumber)