Kategori : Kesiswaan Dipublish pada tanggal 25/09/2024 19:09:01 WIB
SMANSaKuNews. LDKS atau Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa, merupakan kegiatan pelatihan yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dan skill siswa dalam memimpin. LDKS merupakan salah satu program kerja kesiswaan yang biasa diadakan setelah reorganisasi pengurus OSIS atau pengurus kegiatan kesiswaan lainnya yang telah terpilih. LDKS juga menjadi syarat yang harus dilalui siswa sebelum masuk menjadi pengurus OSIS atau organisasi kegiatan kesiswaan lainnya di SMA Negeri 1 Kutowinangun.
Melalui kegiatan LDKS diharapkan dapat membangun karakter siswa sebagai salah satu kader pemimpin di sekolah, melatih fisik dan mental, kedisplinan, kerjasama, rasa tanggungjawab yang besar serta mampu melakukan managemen waktu dengan bekerja secara efektif ditengah tugas utamanya sebagai pelajar.
Menurut penanggungjawab kegiatan sekaligus Waka Kesiswaan Pujiono, S.Pd, “Pelatihan ini diikuti oleh 105 siswa yang terdiri dari Pengurus OSIS baru, Dewan MPK, Wakil Dewan Pramuka, Dewan Rois, Dewan PMR, Dewan Kupassus dan perwakilan kelas X dan XI, dengan panitia siswa yang berjumlah sekitar 45 orang. LDKS diharapkan menjadi bekal siswa untuk menumbuhkan jiwa kepemimpinan agar di kemudian hari dapat menjadi pemimpin dalam kehidupan di masyarakat atau saat mereka meniti karirnya”
Materi LDKS terdiri dari pengetahuan tentang Leadership yang disampaikan langsung oleh Kepala SMA Negeri 1 Kutowinangun, Ibu Tri Lestari A, S.Pd, materi Kebendaharaan yang disampaikan oleh bendahara sekolah, Bpk Mumfangat dan Ibu Aulia Alif Rahma, S.Pd, materi tentang TPPK yang disampaikan oleh Imam Sawabi, S.Pd, materi Branding Sekolah disampaikan oleh Nurusyifah Fauziah, S.Pd. sementara untuk materi Wawasan Kebangsaan disampaikan oleh perwakilan dari Koramil Kutowinangun dan materi How Make to Ivent disampaikan oleh Fahmi Huda, S.Sos, Kepala Desa Kutowinangun.
Diakhir kegiatan pada hari Sabtu, seluruh peserta mengikuti kegiatan Outbound yang dilaksanakan di lokasi yang cukup bersejarah di Kecamatan Kutowinangun, yaitu Bulupitu. Selain sebagai upaya untuk memahami kearifan lokal, siswa diharapkan mampu memahami karakter suatu wilayah dan melakukan adaptasi, ketika nanti berada di tempat yang baru. Beberapa permainan untuk mengasah kreatifitas, kekompakan dan kerjasama seperti permainan estafet, tari tradisional dan menghias Caping bambu. Kegiatan LDKS berlangsung selama 3 hari 2 malam, mulai dari Kamis-Sabtu, 19 s/d 21 September 2024 (red-Kesiswaan)