Kategori : Kesiswaan Dipublish pada tanggal 20/11/2024 19:28:35 WIB
SMANSaKuNews. Hari ini, tanggal 20 November 2024, mengingatkan kita pada momentum paling bersejarah bagi SMA Negeri 1 Kutowinangun. Ketika itu, 20 November 1982 adalah tonggak awal, SMA Negeri 1 Kutowinangun resmi berdiri berdasarkan SK Mendikbud RI No 0558/0/1984 tertanggal 20 November 1984 dengan menempati lahan dengan luas tanah 26.550 m2 atau sekitar 2,6 ha yang sekarang menjadi sekolah yang cukup megah, besar, sekolah terluas dengan akreditas A dan didaulat menjadi sekolah Adiwiyata tingkat Nasional oleh Kementrian Lingkungan Hidup, memiliki Perpustaakaan berstandar Nasional dan beberapa predikat lainnya.
Sampai hari ini, SMA Negeri 1 Kutowinangun, telah mengalami 12 kali pergantian kepemimpinan/Kepala Sekolah, dari yang pertama Bpk. Suhadi, B.A. dan sejak tahun 2023 dijabat oleh Kepala Sekolah Ibu Tri Lestari A, S.Pd. Sebelumnya kegiatan belajar mengajar SMA Negeri 1 Kutowinangun berada di SMP Negeri Kutowinangun (sekarang SMP N 3 Kutowinangun) dengan 3 rombel atau dengan jumlah siswa sekitar 143 siswa.
Tanggal 20 November selanjutnya diperingati sebagai hari lahirnya SMA Negeri 1 Kutowinangun, yang pada hari memasuki usia yang ke-40. Serangkaian kegiatan untuk memeriahkan HUT telah diselenggarakan sejak tanggal 11 November lalu dan berakhir pada hari ini, 20 November 2024.
Peringatan hari lahir dilaksanakan dengan apel dilanjutkan dengan pelepasan balon ke udara dan pelepasan 7 ekor burung merpati sebagai simbol kebebasan untuk mencapai prestasi setinggi-tingginya.
Di akhir apel, juga dilakukan pemotongan tumpeng, sebagai simbol doa dan harapan agar SMA Negeri 1 Kutowinangun semakin maju, semakin jaya, dengan semangat yang disimbolkan pada tumpeng. “Tumpeng dalam filosofi Jawa artinya “tumapaking laku ingkang lempeng" kehidupannya yang memiliki tujuan baik . Tumpeng merepresentasi antara manusia dengan Tuhan, manusia dengan manusia bermakna harmonis dan toleransi. Di usia sekolah yang ke-40, merupakan usia yang tak muda lagi harus mampu mendewasakan diri kita untuk terus berbenah ke arah yang lebih baik”
Tumpeng juga dapat diartikan “metune sing mempeng” yang artinya, jika ingin hasil yang baik, maka kita harus melakukan usaha yang sungguh-sungguh dan tak lupa senantiasa berdoa, sebagaimana bentuk tumpeng yang lancip menjulang ke atas, yang mengingatkan kita agar selalu berdoa dan mengingat Allah SWT” tuturnya. Potongan tumpeng selanjutnya diberikan kepada Ketua OSIS, Sumber Ary Purnomo, sebagai tanda amanat pada generasi muda untuk meneruskan dan mewujudkan cita-cita sekolah. (red-SMANSaKU-Kesiswaan)