SMANSaKuNews. Tepat di peringatan Hari Bela Negara (HBN) ke-76, selain dilaksanakan upacara Bendera sebagaimana amanat Edaran Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah, juga dilaksanakan aksi penanaman pohon di lingkungan sekolah secara serentak.
Menurut Waka Kesiswaan, Pujiono, S.Pd, “Gerakan penaman pohon sebagai upaya mewujudkan lingkungan sekolah yang indah, asri dan nyaman bagi warga sekolah. Selain itu, aksi penanaman pohon ini juga turut mengukuhkan predikat sekolah sebagai sekolah Adiwiyata Tingkat Nasional” jelasnya
Dengan penanaman pohon, kebutuhan suplay oksigen terpenuhi, udara menjadi sejuk, dan rindang. Tanaman bunga Tabebuya, diharapkan makin memberikan nuansa keindahan lingkungan sekolah. Kegiatan penanaman pohon ini dimotori oleh para siswa yang tergabung dalam “Ekstrakurikuler Pesona” dan melibatkan perwakilan semua kelas X sampai kelas XII.
“Ada sekita 43 batang pohon yang ditanam, yang terdiri dari jenis pohon buah produktif dan berbagai pohon bunga, khususnya pohon bunga “Tabebuya” yang pengadaannya merupakan swadaya dari bantuan dari warga sekolah termasuk Kepala Sekolah” ungkap Bapak M. Agung Fauzi, S.Sos selaku Pembina kegiatan Ekstrakurikuler Pesona ini.
Pohon Tabebuya “tacyba bebuya” adalah sejenis pohon bunga yang berasal dari Amerika Selatan dan banyak tumbuh di Brazil, Tiongkok dan daerah sub tropis lainnya. Keindahan bunga tabebuya yang sangat mempesona dan berwarna warni ini, menyebabkan pohon ini makin populer dan banyak dikembangkan di Indoensia.
Dalam kesempatan tersebut, selain memberikan bantuan bibit secara langsung, Ibu Tri Lestari A, S.Pd juga melakukan penanaman secara simbolis pohon Tabebuya di halaman depan sekolah, sebagai wujud ungkapan turut mendukung terciptanya lingkungan sekolah yang rindang, asri dan nyaman
Menanam adalah upaya memberikan estafet kehdupan bagi generasi selanjutnya. Si penanam mungkin saja tidak menikmati secara langsung hasil dari penanamanya, tetapi bagaimana semangat untuk memberikan “warisan” kepada generasi yang akan datang adalah upaya turut menjaga kelestarian ekosistem, senada dengan semangat Hari Bela Negara (HBN) ke-76. Bukankah kemerdekaan yang kita nikmati juga hasil buah perjuangan dan warisan para pendahalu kita ? (red-SMANSaKu-Kesiswaan)