Kategori : Kesiswaan Dipublish pada tanggal 17/11/2024 21:04:17 WIB
SMANSaKuNews. Meskipun bukan bintang tamu, tapi penampilan musik Kontemporer Garapan Pak Memed Marzuki, S.Pd, guru musik senior di SMA Negeri 1 Kutowinangun yang mengajar sejak tahun 1990 ini, sungguh menyita perhatian penonton. Selain garapannya unik, karena musik yang disajikan menggabungkan berbagai jenis alat musik, gabungan berbagai jenis musik (band, hadroh, akustik), menggabungkan berbagai cabang seni, puisi, musik dan tari, juga karena melibatkan jumlah peserta yang cukup banyak, hampir 100 siswa kelas XI/Fase FL.
Tentu tidak mudah dan cukup lama untuk menggarap konsep konser semacam ini, sampai benar-benar mencapai harmoni. Garapan dua buah lagu yang dipilih adalah “Lelo Ledung” dan “Bang-bang Wetan” ini sungguh membuat ruang GOR SMA Negeri 1 Kutowinangun cukup membahana, ditambah gerak puluhan penari yang lemah gemulai, membuat penonton tak ingin melewatkan penampilan yang mungkin jarang terulang lagi
Di pengujung penampilannya, tak disangka Pak Memed yang berdiri memimpin barisan para peserta pentas sebagai konduktor, mendapat applus yang cukup meriah dari penonton. Tak hanya itu Pak Memed juga mendapat surprice khusus dari Ibu Kepala Sekolah, berupa puisi dan karangan bunga.
Seraya mata yang berkaca-kaca Bu Tri membacakan puisi bertema Bapaku Sahabatku" yang berisi apresiasi kepada Pak Memed yang telah mengabdi membesarkan nama SMA Negeri 1 Kutowinangun, dan ucapan perpisahan kepada Pak Memed. Tak terasa, konser musik kontemporer yang disajikan pak Memed mungkin merupakan konser yang yang terakhir dan menjadi pertanda tugas Pak Memed di SMA Nnegeri 1 Kutowinangun hampir usai, sebab per tanggal 1 Desember 2024, Pak Memed memasuki masa pensiun/purna tugas.
“Sekolah merasa kehilangan sosok motivator seperti Pak Memed, yang secara konsisten mengabdi penuh dedikasi kepada sekolah, dan karena buah kerja kerasnya telah membawa banyak prestasi sekolah khususnya di bidang musik. Kami belajar bahwa manusia hakekatnya takut kehilangan dan ingin terus memiliki, namun manusia tidak bisa menghindari takdir yang harus diterima, menjadikan manusia bisa mengjargai sebuah pertemuan” ungkap Bu Tri seraya menyerahkan serangkaian bunga sebagai tanda cinta kasih sekolah pada Pak Memed yang kebetulan didampingi istri tercintanya. Rasa haru dan suara teriakan memanggil pak Memed spontan menjalar ke semua peserta, yang pernah diasuhnya.
Dalam kesempatan tersebut, Pak Memed menyampaikan terima kasih atas apresiasi sekolah, dan semua dukungan tim Tari serta berpesan agar musik di SMA Negeri 1 Kutowinangun dapat diteruskan dan dieksplore oleh generasi berikutnya agar prestasi bidang musik berjaya kembali. (red-SMANSaKu-Kesiswaan)