Kategori : Kombel Dipublish pada tanggal 30/04/2026 12:18:33 WIB
SMANSaKuNews. Kemampuan literasi dan numerasi bagi para murid, saat ini menjadi perhatian yang cukup serius bagi pemerintah, mengingat data statistik Nasional menunjukkan masih rendahnya angka literasi dan numerasi di kalangan pelajar. Hal tersebut juga tercermin dari hasil TKA (Tes Kemampuan Akademik) yang 2 materi pokoknya adalah mengukur kemampuan literasi dan numerasi. Sekolah menyadari bahwa kemampuan literasi dan numerasi para murid, tidak hanya tergantung dari kemampuan murid, tetapi juga harus didukung oleh sarana-prasarana, lingkungan belajar dan tak kalah pentingnya dengan kemampuan guru sebagai fasilitator.
Melalui Kombel (Komunitas Belajar) Digdaya SMA Negeri 1 Kutowinangun hari ini menggelar workshop dengan tema “Peningkatan Kompetetensi Guru untuk Memperkuat Numerasi”. Hadir sebagai narasumber Ibu Sanny Merdekawati, S.Pd yang merupakan guru Matematika dari SMP Negeri 1 Petanahan yang giat melakukan terobosan dalam pembelajaran matematika si sekolahnya. Pengalamannya penerapkan berbagai praktik baik dan kolabiratif pembelajaran inilah yang kemudian ditularkan ke Bapak/Ibu guru di SMA Negeri 1 Kutowinangun.
Dalam paparannya, Ibu Sanny menyampaikan beberapa langkah dan tips dalam mengubah kemampuan literasi dan numerasi pelajaran matematika diantara yaitu dengan melakukan kolaborasi dengan mata pelajaran lain yang materinya beririsan. “Guru harus memapu memetakan materi apa yang memiliki keterkaitan dengan mata pelajaran lain, bisa dengan Seni, IPA atau Bahasa Indonesia. Selanjutnya guru menyiapkan jenis media yang dibutuhkan. Melalui kemasan berbagai permainan yang bersifat edukatif, mendorong para murid tertarik belajar matematika dan merasa senang setelah mengetahui aplikasi di lapangan” ungkapnya.
Ibu Sanny juga mendorong guru dapat memanfaatkan teknologi informasi, termasuk beberapa aplikasi pembelajaran yang tersedia, sehingga pembelajaran lebih menarik dan inovatif. Workshop dilaksanakan di Ruang Multi Media (MM) dan dibuka langsung oleh Kepala Sekolah, Budiono, S.Si, M.Pd. Para peserta juga diberi kesempatan memperagakan beberapa permainan edukatif berbasis teknologi, agar murid tidak bisan dan memiliki ketertarikan pada mata pelajaran sebagai sumber utama numerasi. (red-SMANSaKu)