Kategori : Kombel Dipublish pada tanggal 15/12/2025 22:16:59 WIB
SMANSaKuNews. Dalam pembelajaran mendalam (deep learning), peran guru bergeser dari sumber informasi utama menjadi fasilitator, pembimbing, dan aktivator yang memandu siswa membangun pemahaman sendiri, menghubungkan konsep, berpikir kritis, dan mengaplikasikan pengetahuan secara bermakna, bukan sekadar menghafal, dengan menciptakan lingkungan belajar yang aman, menstimulasi rasa ingin tahu, dan memberi umpan balik konstruktif. Guru juga menjadi teladan, motivator, dan kolaborator dalam proses belajar seumur hidup.
Sementara peraan murid beralih dari penerima informasi (pasif) menjadi agen aktif yang terlibat penuh, menjadi mitra guru dalam membangun pemahaman mendalam melalui aplikasi dan refleksi, serta mengembangkan keterampilan berpikir kritis dan mencari solusi dalam pemecahan masalah. Peran ini mencakup keterlibatan mental, emosional, dan fisik, serta kesadaran diri tentang bagaimana mereka belajar, bukan hanya apa yang mereka ketahui.
Kombel Digdaya SMA Negeri 1 Kutowinangun, kembali menggelar acara workshop dengan tema Mendain Praktik Pedagogis untuk Menumbuhkan Kaktifaan Murid“
Kegiatan workshop yang digelar di ruang Multimedia ini dibuka langsung Kepala SMA Negeri 1 Kutowinangun, Bapak Budiono, S.Si, M.Pd. dalam kesempatan tersebut, Bapak Kepala Sekolah menyampaikan “pada pendekatan kurikulum mendalam, guru dituntut untuk terus belajar. Pada hakekatnya praktik pembelajaran mendalam sudah dilakukan oleh bapak/ibu guru selama ini, hanya berbeda dalam memberikan istilah saja” ungkapnya di depan para peserta workshop.
Kali ini, Kombel Digdaya mengahdirkan narasumber Ibu Ari Sulistyowati, S.Pd, M.Pd dari BBGTK Provinsi Jawa Tengah. Ibu Ari yang tinggal di Kecamatan Klirong, semula adalah Kepala SMP Negeri 1 Mirit ini telah malang melintang menjadi narasumber implementasi Pembelajaran Mendekatan dengan berbagai pengalamannya.
Dalam workshop kali ini, Ibu Ari menjelaskan pentingnya praktik pedagogis dalam penerapan pembelajaran mendalam. “sebelum melaksanakan pembelajaran guru harus menyiapkan beberapa komponen penting dalam pembelajaran mendalam yang dituangkan di dalam Rencana Pembelajaran (RPP), diantaranya memuat tentang capaian Dimentasi Profil Lulusan (DPL), pemilihan metode pembelajaran, media pembelajaran, program kemitraan dan refleksi” ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, ibu Ari juga mencontohkan berbagai model pembelajaran, termasuk pemanfaatan digital melalui beberapa aplikasi yang mendorong terciptaan suasana belajar yang dapat membangkitkan motivasi murid. Beberapa metode pembelajaran yang dapat digunakan misalnya rol playing, tutor sebaya, station Learning, Snow ball dan lain-lain. Gurupun diharapakan mampu berinovasi untuk menciptkan termuan yang dapat merangsang murid d]lebih motivasi dalam belajar. (red-SMANSaKu/Kombel Digdaya)