SMANSAKUTO

Tingkatkan Kemampuan Literasi dan Numerasi Melalui Soal-Soal Asesmen

Kategori : Kombel   Dipublish pada tanggal 02/05/2025 16:56:37 WIB

#
Kombel 02/05/2025 16:56:37 WIB Dilihat 216 kali

Tingkatkan Kemampuan Literasi dan Numerasi Melalui Soal-Soal Asesmen

SMANSaKuNews. Selama 2 hari, Rabu dan Jum,at, 30 April dan 2 Mei 2025, Komunitas Belajar (Kombel) Digdaya SMA Negeri 1 Kutowinangun menyelenggarakan Workshop yang masing-masing bertajuk “Penyusunan Soal Berbasis Literasi dan Numerasi” dan di hari kedua bertajuk Bedah Soal Berbasis Literasi dan Numerasi untuk Persiapan pelaksanaan ASAT Tahun 2025. Kegiatan yang dipusatkan di Ruang Multi Media, diikuti oleh Bapak/Ibu guru SMA Negeri 1 Kutowinangun.

Hadir sebagai narasumber, Bapak Fajar Triyono, S.Pd, yang menjelaskan teknis penyusunan soal asesmen berbasis Literasi dan Numerasi. “Saat ini soal-soal UTBK dan soal Asesmen Nasional sudah berbasis literasi dan numerasi. Maka sudah saatnya  sekolah dalam menyusun soal ASAT harus sudah mengacu pada literasi dan numerasi, sehingga siswa sudah terbiasa dengan type soal yang demikian” ujarnya

Di tahun ini, pemerintah juga hendak menyelenggarakan Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang juga type soalnya berbasis literasi dan numerasi.Melalui workshop ini juga menjawab keluhan beberapa siswa kelas XII yang merasa kesulitan mengerjakan soal UTBK, karena umumnya berbasis literasi dan numerasi.

Soal literasi adalah soal yang menguji kemampuan seseorang dalam memahami dan menganalisis teks atau informasi yang disampaikan. Soal ini sering digunakan untuk mengukur kemampuan membaca, memahami, dan merespon teks secara tepat, serta dapat mengaplikasikan pengetahuan yang diperoleh.  Sementara soal yang berbasis numerasi adalah soal yang mengukur kemampuan memahami dan menggunakan berbagai macam angka dan simbol-simbol yang terkait dengan matematika dasar dan menganalisis informasi yang ditampilan dalam berbagai bentuk (grafik, tabel, bagan, dan lain sebagainya) untuk memecahkan masalah praktis dalam berbagai macam konteks kehidupan sehari-hari. Soal yang berbasis literasi dan numerasi pada hakekatnya type soal yang melatih kemampuan siswa dalam memahami teks, menganalisis data dan bernalar kritis, sehingga siswa mampu memecahkan berbagai persoalan.

Selain mmenggunakan stimulus atau rangsangan dalam meneyusun soal, type soal semacam ini juga harus kontektual, sesuai dengan kondisi lingkungan dan kenyataan di lapangan. Agar ada pemahaman lebih, semua guru di hari kedua juga berlatih menyusun soal-soal bertype literasi dan numerasi yang selanjutnya dilakukan pemaparan oleh masing-masing perwakilan guru mapel. (red-SMANSaKu-Kombel Digdaya)

SMANSAKUTO

Berita Lainnya