Kategori : Kombel Dipublish pada tanggal 13/06/2025 16:00:46 WIB
SMANSaKNews. “Asesmen adalah proses pengumpulan dan analisis informasi untuk mengetahui kebutuhan belajar, perkembangan, dan pencapaian hasil belajar peserta didik. Informasi ini kemudian digunakan untuk refleksi dan meningkatkan mutu pembelajaran. Asesmen juga bisa digunakan untuk mengukur kinerja individu, kelompok, atau program studi terhadap tujuan atau kriteria tertentu. Asesmen berbeda dengan penilaian. Pada penilaian lebih menekankan pada pengukuran kemampuan kognitif siswa, lebih berorientasi pada hasil belajar, sedangkan dalam asesmen lebih menekankan pada proses belajar.
Ada 2 jenis asesmen, yaitu tradisional dan non tradisonal. Asesmen tradisional lebih berorientasi mengukur kemampuan kognitif, seperti bentuk asesmen diagnostik, asesmen formatif, dan asesmen sumatif Sementara asesmen non tradisional, termasuk asesesmen alteratif merupakan bentuk penilaian yang menggunakan pendekatan non-tradisional untuk mengevaluasi kinerja, proses, dan hasil belajar peserta didik secara menyeluruh dan sebenarnya. Asesmen ini tidak hanya terbatas pada tes tertulis, tetapi juga mencakup berbagai metode seperti observasi, proyek, portofolio, dan presentasi. Tujuan utama asesmen alternatif adalah untuk memberikan penilaian yang lebih autentik dan komprehensif terhadap kemampuan siswa”
Hal tersebut diungkapkan Ibu Faidah Setyaningsih, S.Sos ketika menyampaikan paparannya dalam acara Focus Discusion Group (FGD) yang diselenggarakan oleh Komunitas Belajar (Kombel) Digdaya SMA Negeri 1 Kutowinangun.
Di depan para peserta, Bu Faidah memaparkan pengalamannya di SMA Negeri 1 Mirit, tempat tugasnya, ketiga menerapkan asesmen alternatif ini.
Wanita yang gemar menulis ini, juga menjelaskan kelemahan dan kelebihan penerapan asesmen alternatif ini.
Sementara Kepala SMA Negeri 1 Kutowinangun, Ibu Tri Lestari A, S.Pd yang hadir dan membuka acara FGD ini menyampaikan “Setiap anak pada dasarnya memiliki kemampuan dan kecerdasan yang berbeda-beda, sehingga masing-masing memiliki kesempatan untuk berkembang sesuai dengan potensi yang dimilikinya” jelasnya
Diakhir paparannya Ibu Faidah menegaskan bahwa “Asesmen Alternatif merupakan asesmen non-konvensional, yang dapat digunakan untuk melakukan penilaian siswa, namun sifatnya melengkapi asesmen konvensional, bukan menggantikan. Asesmen yang lebih mengedepankan proses ini dapat dilaksanakan secara mandiri tiap mapel, atau berkolaborasi antar mapel dengan melakukan simulasi dan pengaturan waktu dalam pelaksanaanya, sehingga tidak mengganggu jam pelajaran yang lain” tandasnya (red-SMANSaKu-Kombel)