SMANSAKUTO

Sabun Berbahan Minyak Jelantah

Kategori : P-5   Dipublish pada tanggal 04/11/2024 19:01:49 WIB

#
P-5 04/11/2024 19:01:49 WIB Dilihat 216 kali

Sabun Berbahan Minyak Jelantah

SMANSaKuNews. Tema Project Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P-5) bagi kelas XII/Fase FL mengambil tema Berekayasa dan berteknologi untuk Membangun NKRI. P-5 sebagai sarana siswa melakukan berbagai kreasi dan inovasi, Tim P-5 SMA Negeri 1 Kutowinangun, menghadirkan para Narasumber yang memiliki kompetensi di berbagai bidang pengembangan teknologi dan rekayasanya guna memberikan wawasan pada siswa yang diharapkan menjadi pemicu dalam menggali ide-ide kreatifnya.

Kali ini Tim menghadirkan narasumber  Anas Tistia, perempuan muda kreatif asal Desa Wonokromo, Kec. Alian yang menyampaikan materi tentang Pembuatan Sabun Padat menggunakan limbah minyak goreng bekas/jelantah. Profesinya sebagai pendamping PKH (Program Keluarga Harapan) ini, telah mendorong dirinya melakukan berbagai upaya kreatif yang dapat bermanfaat di masyarakat, mulai dari pengelolaan sampah dan berbagai usaha kreatif, termasuk pembuatan sabun berbahan limbah minyak goreng.

Perempuan jebolan STIE Putra Bangsa yang pernah mejadi Pahlawan devisa selama 12 tahun di Negeri Jiran Malaysia, saat ini mengahabiskan waktunya untuk mengabdikan dirinya pada masyarakat dengan menjadi pendamping PKH dibawah naungan Kementrian Sosial Republik Indonesia. Pengalamannya saat merantau kemudian diterapkan di masyarakat, diantaranya proses pembuatan sabun padat dengan bahan baku minyak goreng bekas/jelantah.

“Kami sudah mencoba pembuatan sabun padat ini di wilayah dampingannya di Desa Krakal, Kec. Alian. Selain pembuatan sabun, kami juga memberikan pelatihan kepada masyarakat tentang pemanfaatan sampah anorganik, agar memiliki nilai ekonomis guna pemberdayaan masyarakat desa” tuturnya kepada jurnalis SMANSaKu.

Ide pembuatan sabun ini, diilhami ketika melihat limbah cair rumah tangga berupa minyak goreng bekas pakai, yang belum termanfaatkan dengan baik. Meskipun sabun cuci buatannya belum diproduksi secara massal, tapi paling tidak dirinya telah mampu mengubah limbah ini menjadi produk yang lebih bermanfaat. Selama ini sabun berbahan minyak goreng limbah minyak goreng ini hanya disarankan untuk sabun cuci, bukan untuk sabun mandi.

Menurut koordinator P-5, Teguh Riyanto, S.Kom, “Tim P-5 sengaja mengundang praktisi yang telah memiliki mengalaman beberapa produk kreatif, dengan harapan dapat ditularkan ke para siswa untuk dijadikan motivasi dan ide siswa dalam membuat produk-produk inovatif lainnya yang bermanfaaat di masyarakat” jelasnya

Peserta cukup antusias mengikuti paparan Mba Isti ini sampai selesai, tebukti banyak siswa yang mengajukan pertanyaan, karena penasaran dengan ide pembuatan sabun ini. Sebelum digunakan untuk bahan sabun, minyak jelantah ini harus diremdam dalam arang, agar lebih bersih dan zat-zat sisa yang berbahaya dapat diserap oleh arang dan lebih berwarna jernih. (red-P-5-SMANSaKu)

SMANSAKUTO

Berita Lainnya