SMANSAKUTO

BUKAN GURU SEBENARNYA

Kategori : P-5   Dipublish pada tanggal 06/11/2024 13:37:08 WIB

#
P-5 06/11/2024 13:37:08 WIB Dilihat 460 kali

BUKAN GURU SEBENARNYA

SMANSaKuNews. Dari postur tubuh dan seragamnya tampak seperti guru yang tengah melakukan upaya melerai siswa yang tengah di bully oleh teman-temannya. Itu adalah akting yang dimainkan dalam adegan yang diperagakan oleh siswa kelas X/E-5 ketika membuat video anti bullying. Dengan memakai baju Korpri, Rangga Prawira memerankan seorang guru yang tengah melerai siswa yang tengah dibully teman lainnya. Cupu, nama panggilannya adalah salah satu siswa yang pendiam, kutu buku, culun, malas bergaul sehingga memicu sikap teman lain untuk menggodanya.

Bullying adalah perilaku agresif yang berulang, disengaja, dan memiliki tujuan untuk menyakiti, merendahkan, atau mendominasi orang lain secara emosional, fisik, atau mental. Tindakan bullying bisa terjadi dimana saja, termasuk di sekolah dan di dunia maya.

Menurut Rangga Prawira Koordinator Kelompok 4 Kelas E-5, yang memerankan sebagai seorang guru, menjelaskan “Tema yang kami angkat tentang adanya praktik bullying di sekolah yang sering marak terjadi dilakukan siswa kepada temannya. Anak-anak nak yang sikapnya cupu, susah berinteraksi dengan temannya, biasanya memang memancing teman lainnya untuk meledeknya. Semoga melalui video semacam ini praktek bully tidak terjadi di sekolah, sebab sesama teman harus saling menghargai apapun keadaannya” jelas

Selain Kelas E-5. berbagai aktifitas dan kesibukan siswa kelas X/Fase E, ketika harus mengekspore ide dan gagasannya dalam audio visual. Mereka adalah siswa kelas X yang baru pertama kalinya mengikuti kegiatan P-5 (Project Penguatan Profil Pelajar Pancasila) di Kurikulum Merdeka yang sebelumnya ketika di SMP menjadi anak bontot impelementasi Kurikulum sebelumnya yaitu K-13 (Kurtilas).

Menurut Waka Kurikulum SMA Negeri 1 Kutowianangun Pawit S.Pd, yang bertanggungjawab langsung dalam kegiatan P-5 ini mengungkapkan “Sesuai tema P-5 untuk kelas X bangunlah Jiwa dan Raganyanya maka melalui berbagai kegiatan P-5 diharapakan siswa sebagai generasi strawbery yang masih rentan dengan banyak pengaruh, mereka harus mampu tumbuh dan berkembang secara sehat baik fisik dan rokhaninya” ungkapnya saat dihubungi jurnalis SMANSaKu di ruang kerjanya.

Selanjutnya hasil karya video ini kemudian akan diedit oleh masing-masing kelompok dan diunggah ke media sosial melalui cannel youtube.(red-SMANSaKu)

SMANSAKUTO

Berita Lainnya