Kategori : P-5 Dipublish pada tanggal 05/11/2024 17:07:32 WIB
SMANSaKu. Bagi siswa kelas XII/Fase FL, istilah saponifikasi atau dikenal dengan reaksi penyabunan sudah tidak asing lagi. Materi ini ada di Kurikulum Kimia SMA Kelas XII/Fase FL. Saponiafikasi atau reaksi penyabunan adalah proses pembuatan sabun yang terjadi ketika asam lemak (gliserol) direaksikan dengan alkali (senyawa basa), seperti NaOH atau KOH yang dikebal masyarakat dengan soda api. Dari reaksi ini menghasilkan sabun, air, dan garam karboni, yang mengandung ion bebas yang mampu mengikat kotoran pada benda, perabotan atau pakaian. Kualitas sabun sangat ditentukan dengan bahan dasar yang digunakan.
Dipandu fasilitator dan Narasumber dari Kementrian Sosial Kecamatan Alian, Ibu Kultur Riastiwi, seluruh siswa kelas XII hari ini memperagakan praktik membuat sabun dengan bahan dasar minyak goreng, soda api, pewarna makanan dan pewangi sintetik, setelah hari kemarin dipaparkan bagaimana proses pembuatan sabun.
Menurut Teguh Riyanto, S.Kom, “Dihinggapi rasa penasaran, siswa kelas XII cukup antusias mengikuti setiap tahapan pembuatan sabun ini, serasa kepengin segera tahu produk yang dihasilkan. Pembuatan Sabun dianggap materi yang tetap untuk materi P-5, mengingat sabun adalah kebutuhan yang diperlukan kita dalam kesehariannya, sehingga harapannya ketrampilan siswa benear-benar dapat dimanfaaatkan di masyarakat” tuturnya
Kegiatan yang dipusatkan di GOR Aroengbinang SMA Negeri 1 Kutowianangun ini merupakan rangkaian kegiatan P-5 di hari yang kedua. Selain para Fasilitator, kegiatan juga ditinjau langsung oleh Waka Kurikulum, Bapak Pawit, S.Pd.
Sebagian kelompok berhasil mengikuti seluruh tahaoan dan menghasilkan berbagai bentuk sabun sesuai dengan cetakan yang digunakan.
Menurut Narasumber yang mendampingi kegiatan ini sampai selesai “Saat sabun baru dicetak vebtuknya baru seperti jelly, setelah mengalami pendinginan nanti bentuknya baru akan mengeras seperti sabun batangan yang ada dipasaran, dan siap digunakan. Warna dan aroma tentu sesuai selera masing-masing sesuai dengan bahan yang digunakan, bisa menggunakan pewarna makanan atau pewarna sintetik. Sedangkan untuk penambah aroma bisa menggunakan molto sacheet” jelasnya
Proses pembuatan sabun ini sebelumnya juga sudah dipraktekkan di beberapa kelompok masyarakat di Kecamatan Alian, di wilayah masyarakat binaannya, mengingat narasumber berkecimpung di bidang sosial kemasyarakatan (red-SMANSaKu)