SMANSAKUTO

KISAH BULLYING YANG BERAKHIR TRAGIS

Kategori : P-5   Dipublish pada tanggal 06/11/2024 12:53:49 WIB

#
P-5 06/11/2024 12:53:49 WIB Dilihat 15944 kali

KISAH BULLYING YANG BERAKHIR TRAGIS

SMANSaKuNews. Kisah tragis dialami Melody (yang diperankan oleh Saumi Musyarofah), seorang siswa SMA kelas X yang berakhir dengan gantung diri di halaman belakang sekolahnya, dengan sutas tali pramuka. Guru dan teman-temannya yang mendapatinya Melody tergolek lemas di ujung tali, di bawah pohon mangga belakang sekolah. Tampak Melody masih mengenakan seragam sekolahnya. Sebelumnya, Melody diejek teman sebayanya di dalam kelas ketika dipaksa mengerjakan tugas temannya yang merasa lebih cantik dan berasal dari keluarga cukup terpandang. Sementara Melody adalah siswa yang cukup pendiam, berasal dari desa dan dari keluarga kurang mampu. Wajahnya yang polos, dan terlihat kampungan, menyebabkan teman lainnya memandang sebelah mata kepada Melody. Sering beberapa temanya memperolok-olok dan membullynya. Puncaknya ketika guru meninggalkan tugas di kelas, Melodylah yang menjadi bulan-bulanan temannya untuk menyelesaikan tugas teman yang lain. Tak tahan perlakuan temannya, Melody akhirnya memutuskan mengakhiri hidupnya dengan gantung diri di halaman belakang sekolah setelah pelajaran usai.

Sepenggal cerita tersebut yang mainkan siswa Kelas E-7 Kelompok-4 adalah kisah yang dimainkan dalam pembuatan video anti bullyng dalam kegiatan P-5 (Project Penguatan Profil Pelajar Pancsila) bagi siswa kelas X yang mengambil tema Bangunlah Jiwa dan Raganya.

Menurut Ketua Kelompok-4 E-7 Didi Mulyadi menceritakan bahwa “Video yang dibuat menggambarkan adanya siswa yang saat ditinggal gurunya diberi tugas guru, melakukan bully kepada temannya. Bullying adalah masalah yang sangat serius dan perlu mendapat perhatian, mengingat bullying terlihat sepele, tetapi bisa berdampak buruk bahkan fatal bagi orang lain. Kami berharap tidak ada kejadian serupa di SMA Negeri 1 Kutowinangun seperti yang dialami Melody” ujngkapnya kepada jurnalis SMANSaKu.

Melalui video anti bullying diharapkan tumbuhnya kesadaran di kalangan siswa, untuk tidak melakukan tindakan serupa dengan sesama temannya, mengingat kata-kata bisa memberikan dampak psikis yang serius bagi siswa yang lain. SMA Negeri 1 Kutowinangun adalah salah satu sekolah yang serius melawan tindakan bullying dengan selalu mengkampanyekan anti bully dan memasang poster-poster anti bullying. (red-SMANSaKu)

SMANSAKUTO

Berita Lainnya