Kategori : Humas Dipublish pada tanggal 02/10/2024 15:20:52 WIB
SMANSaKuNews. Parenting merupakan perilaku dan pola asuh yang diterapkan orang tua dalam membesarkan anak. Parenting sangat menentukan tumbuh kembangnya anak, apalalagi anak usia dini sampai masa remajanya.
Serius dengan masalah parenting ini, SMA Negeri 1 Kutowinangun menggelar acara Sosialisasi Program Sekolah dan Parenting bagi siswa Kelas XI/Fase FD dan Kelas XII/Fase FL. Acara digelar di GOR Aroembinang SMA Negeri 1 Kutowinangun, dengan mengundang narasumber Psikolog Bunda Rofiah Akbar, S.Psi, M.Psi dari Kebumen.dengan Tema “Mendidik Anak dengan Hati di Era Digital dengan Dialog Cinta Cerita Inspiratif dan Tata Krama”.
Menurut Ketua Komite SMA Negeri 1 Kutowinangun, Arif Widodo, S.H, M.I.Kom, berpesan “Pentingnya parenting bagi orang tua. Melalui kesempatan ini juga, selaku Komite menghimbau kepada orang tua/wali siswa jika terdapa permasalahan yang menyagkut siswa untuk sedapat mungkin diupayakan penyelesaiannya di sekolah, tidak terburu-buru diekspose ke luar atau media sosial”
Dalam kesempatan tersebut Kepala SMA Negeri 1 Kutowinangun, Ibu Tri Lestari A, S.Pd menyampaikan sambutannya sekaligus menghimbau kepada para orangtua/wali siswa”Bahwa kehadiran orang tua sangat penting dalam proses belajar dan perkembangannya, sebab kebersamaan guru dengan siswa hanya sebatas waktu di sekolah. Melalui jalinan komunikasi yang baik, dekat dengan anak, komunikasi yang peuh rasa cinta, membuat anak akan lebih mudah dikendalikan” jelasnya
Di inti acara parenting yang dipandu oleh Bunda Rafiah Akbar, S.Psi, M.Psi, memberikan berbagai tips dan pola dalam menjalin komunikasi yang baik antara orang tua dan anak. “Anak butuh disentuh oleh orang tua. Jika anak laki-laki sentuhlah bagian pundaknya, dan jika anak perempuan sentuhlah bagian punggungnya. Anak perlu didekati dan diberi nasehat dengan kata-kata yang halus, bukan dimarahi, karena anak butuh kasih sayang orang tua” paparnya
Hal tersbut perlu dilakukan untuk mendekatkan hubungan antara anak dan orang tua, bukan sebaliknya malah menimbulkan konflik antara anak dan orang tua. Jadilah orang tua yang hangat dan lekat dengan anak.
Diakhir paparannya Ibu Rofiah, sampil menayangnya video inspiratif anak dan orang tua, Bunda mempertemukan para siswa dengan orang tuanya, sekaligus memperagakan materi yang baru saja dipaparkannya. Suasana haru, dan linang air mata tergambar dari raut anak dan orang tua. “Pertemuan anak dan orang tua menyadarkan pada kita sebagai orang tua, bahwa anak yang dahulu kecil, sekarang telah tumbuh dewasa bahkan lebih tinggi dari orang tuanya. Anak yang sekarang dekat, tetapi suatu ketika mereka akan menjauh dari kita” uangkapnya (red-SMANSaKu)