SMANSAKUTO

Binroh : Membina Rumah Tangga Yang SAMARA

Kategori : Humas   Dipublish pada tanggal 07/02/2025 20:04:15 WIB

#
Humas 07/02/2025 20:04:15 WIB Dilihat 163 kali

Binroh : Membina Rumah Tangga Yang SAMARA

SMANSaKuNews. Guru adalah sosok yang mulia, karena berjasa mendidik dan mengantarkan tunas bangsa, melahirkan generasi muslim yang tidak hanya cerdas tetapi bertaqwa.

Guru memiliki tanggungjawab moral yang tinggi, sebab guru adalah pengganti orang tua di rumah, yang bertanggungjawab mendidik anak di sekolah.

Sesuai sesanti Ki Hajar Dewantara, guru harus mampu menjadi suri tauladan bagi siswanya, Ing Ngarso Sung Tuladha.  Agar guru dapat menjadi contoh bagi siswanya, maka guru di rumah juga harus dapat menjadi contoh dalam keluarga, bagi anak-anaknya dan bagi suami/istri. Hal itu dapat terwujud, tentu apabila guru dan karyawan juga memiliki keluarga yang harmonis, Sakinah (ketenteraman), Mawaddah (cinta kasih) dan Warohmah (saling menyayangi) atau SAMARA.

Hal tersebut iungkapkan Ibu Sopi Aslamiyati, S.Ag, guru PAI dari Kemenang Kabupaten Kebumen yang hadir sebagai pembicara dalam acara Binroh yang diselenggarakan oleh Humas SMA Negeri 1 Kutowinangun, pada Jum’at, 7 Pebruari 2025 di ruang Multimedia.

Ibu Sopi juga menyampaikan, “bahwa pentingnya dalam keluarga terjadi rasa saling menghargai, dilandasi dengan iman yang kokoh, sehingga orang tua dapat menjadi tauladan bagi putra-putrinya, sebab anak-anak berpotensi akan meniru apa yang dilakukan orang tuanya dirumah. Dan landasan yang paling penting dalam menjaga keutuhan dan keharmonisan keluarga adalah sholat” jelasnya.

Mengutip Surat Ar-Rum 21, yang artinya “"Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah Dia menciptakan untukmu pasangan hidup dari jenismu sendiri, supaya kamu merasa tenteram kepadanya, dan Dia menjadikan di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir."

Bu Sopi mengingatkan kembali 8 tujuan dan fungsi perkawinan/berumah tangga dalam Islam :

  1. Fungsi Keagamaan (sebagai bentuk ibadah)
  2. Fungsi pendidikan (mendidik anak keturunannya)
  3. Fungsi sosial (menjalin interaksi)
  4. Fungsi reproduksi (menghasilkan keturunan, sebagai generasi penerus)
  5. Fungsi perlindungan (tugas seorang suami pada keluarganya)
  6. Fungsi Psikologis (saling memberikan dukungan)
  7. Fungsi Rekreasi (berbahagia bersama keluarga)

Untuk mewujudkan rumah tangga yang harmonis, dibutuhkan sosok seorang istri yang sholekhah. Wanita sholehah memiliki ciri-ciri yang dapat dilihat dari akhlak, ibadah, dan perilakunya dalam kehidupan sehari-hari, yaitu :Taat kepada Allah dan Rasul-Nya, berbakti kepada suami (jika sudah menikah), berakhlak mulia, menutup aurat dengan baik, mengutamakan keluarga, rajin menuntut ilmu, menjaga kehormatan diri. Dan wanita sholehah adalah perhiasan terbaik dunia. (red-SMANSaKu-Humas)

SMANSAKUTO

Berita Lainnya