SMANSAKUTO

BinRoh : Memaknai Bulan Suci Ramadhan

Kategori : Humas   Dipublish pada tanggal 07/03/2025 22:42:31 WIB

#
Humas 07/03/2025 22:42:31 WIB Dilihat 227 kali

BinRoh : Memaknai Bulan Suci Ramadhan

SMANSaKuNews. Untuk yang kedua kalinya Ibu Sopi Aslamiyati, S.Ag, guru PAI dari Kemenang Kabupaten Kebumen hadir di SMA Negeri 1 Kutowinangun, sebagai pembicara dalam acara Binroh yang diselenggarakan oleh Humas SMA Negeri 1 Kutowinangun, pada Jum’at, 7 Maret 2025 di ruang Multimedia.

Bimbingan Rokhani (Binroh) bagi guru dan karyawan SMA Negeri 1 Kutowinangun ini rencana akan diselenggarakan secara rutin setiap bulannya. Bimbingan rokhani kali ini kebetulan bertepatan dengan bulan suci Ramadhan 1446 H, sehingga Ibu Sopi, panggilan akrabnya banyak menyampaikan materi tentang keutamaan puasa Ramadhan, manfaat berpuasa dalam ikut membentuk pribadi yang kuat sehingga benar-benar dapat membentuk insan yang bertaqwa sebagaimana tertuang dalam Surat Al-Baqarah ayat 183.  Ramadhan dapat dimaknai dari asal huruf yang membentuknya. Ramadhan berawal dari kata ramadho yang memiliki arti panas terik yang membara. Artinya bahwa pada bulan ramadhan semua dosa di masa lalu atau yang sudah lewat seakan-akan dihanguskan. Adapun keistimewaan bulan Ramadhan dilihat dari kelima huruf pembentuknya ialah:

  1. Ra yang mewakili keistimewaan Ramadhan sebagai bulan Rahmat. Segala sesuatu akan dilipatgandakan selama bulan ramadhan serta semua pintu surga dibuka dan pintu neraka ditutup. Jika ingin menghadirkan amal baik, maka bulan ramadhan adalah yang terbaik.
  2. Mim yang mewakili keistimewaan Ramadhan sebagai bulan Maghfirah atau ampunan. Segala dosa akan diampunkan pada bulan Ramadhan.
  3. Huruf ketiga adala Dhad yang memiliki arti jaminan. Betapa tidak, jaminan pahala puasa langsung diberikan secara langsung oleh-Nya tanpa melalui malaikat. Sungguh sangat istimewa sekali bagi mereka yang menjalani puasa ramadhan secara sungguh-sungguh.
  4. Huruf keempat adalah Alif yang mencerminkan pembebasan. Hal ini bermakna pembebasan akan siksa api nerakan.
  5. Huruf terakhir dari Ramadhan ialah huruf Nun yang bermakna nikmat. Nikmat di bulan ramadhan sangatlah banyak.  Salah satu nikmat tersebut ialah dapat bertemu kembali dengan bulan ramadhan pada tahun ini sebab banyak orang yang tidak bisa bertemu dengan bulan ramadhan. 

Ibu Sopi juga mencontohkan kisah di masa Rasululloh, yang menggambarkan salah satu sahabat yang rajin melakukan ibadah, namun melupakan hubungan baik dengan sesamanya, yang justru dapat menurunkan kualitas ibadahnya dan gagal masuk dalam daftar kekasih Allah. Maka menjadi pelajaran berharga bagi kita semua, bahwa membina hubungan baik dengan sesama juga menjadi bagian dari ibadah yang harus dilakukan secara seimbang. Bersikap baik, membantu kesulitan orang lain, memberikan makanan kepada orang yang tengah berpuasa, menjadi amalan di bulan Ramadhan yang pahalanya dilipatgandakan.

Di bulan Ramadhan sebaiknya kita memperbanyak  amalan ibadah lainnya sellain sholat taraweh, seperti sholat tahajud, sholat dhuha dan memperbanyak bacaan Al-qur’an yang kelak dialam kubur dapat menjadi cahaya penerang bagi kita.  (red-SMANSaKu-Humas)

SMANSAKUTO

Berita Lainnya