Kategori : PRESTASI SISWA Dipublish pada tanggal 14/10/2024 15:11:49 WIB
SMANSaKuNews. Tiga siswa SMA Negeri 1 Kutowinangun Kelas XII/FL-5, asuhan Bpk Joni Purnomo, S.Pd, masing-masing Ainnun Siinqi, Anisa Maulia Rohmah dan Kirana Tri Wulandari yang gemar menulis ini, mencoba mengikuti lomba essay ilmiah tentang kimia lingkungan yang diselenggarakan oleh FMIPA UGM Yoyakarta dengan sub tema Food Security And Agriculture. Lomba Essay Nasional Tahun 2024 yang diselenggarakan oleh Universitas ternama di Indonesia itu, merupakan ajang tahunan, yang bertujuan untuk memberikan motivasi kepada para pelajar untuk berinovasi melakukan penelitian dan menemukan ide kreatif lainnya yang dapat disumbangkan untuk masyarakat yang dituangkan dalam karya ilmiah.
Karya tulis bentuk essay dengan judul “Pemanfaatan Limbah Bawah sebagai Pupuk Organik” ini diilhami oleh banyaknya sampah organik rumah tangga, seperti bawang merah dan bawang putih yang belum diamnfaatkan, padahal bawang merah dan bawang putih mengandung senyawa kimia yang yang dibutuhkan tumbuhan sehingga dapat berfungsi sebagai pupuk, dan dapat merangsang pertumbuhan.
Dengan ketekunan dan kekompakan ketiga siswa ini dan bimbingan dari beberapa guru Kimia, akhirnya mereka dapat meyelesaikan karya tulis ini dalam bentuk essay ini, dan dikirim ke Panitia Lomba UGM Yogyakarta via online. Sementara siswa secara mandiri melakukan penulisan dan penelitian untuk membuat karya tulis essay ini.
Menurut Ketua Kelompok Ainnun Siinqi ketika ditanya tentang gagasan dan motivasinya mengikuti lomba menjelaskan, “Ide tersebut muncul ketika sering melihat limbah rumah tangga yang terbuang. Sementara di beberapa literasi pernah menjumpai, bahwa bawang memiliki kandungan senyawa yang dibutuhkan tanaman. Sayangnya kami terbatas waktu dan biaya untuk bisa mengujinya, serta belum pengalaman menulis ilmiah. Kami terlalu beraharap menang di ajang ini, yang terpenting adalah kami semua bisa belajar menulis ilmiah, agar bisa mengikuti lomba di ajang lainnya’ tuturnya
Suratno, S.Pd guru Kimia yang turut mendampingi siswa dalam proses penysunan karya Ilmiah ini, memberikan motivasi “Membuat karya ilmiah dan mengikuti kompetisi tdk harus menang atau memperoleh kejuaraan. Sebab untuk menjadi penulis karya ilmiah butuh proses, butuh terus berlatih, dan berani mencoba untuk menemukan ide dan gagasan baru. Karya Ilmiah juga harus benar-benar original, karya sendiri serta sedapat mungkin merupakan ide atau gagasan yang baru” jelasnya
"Masih banyak kesempatana ajang lomba Karya Tulis Ilmiah, yang terpenting saat ini adalah mencari pengalaman" imbuhnya
Lomba essay ilmiah kimia yang diikuti hampir 300 sekolah se Indonesia, tentu membutuhkan tantangan tersendiri yang tidak ringan untuk berkompetisi dengan sekolah lain. Sampai saat ini sekolah memang belum serius menguatkan kegiatan KIR (Karya Ilmiah Remaja), namun jika minat siswa di bidang karya ilmiah cukup banyak, tentu sekolah akan memfasilitasinya. (red-SMANSaKu)