Kategori : Rohis Dipublish pada tanggal 19/11/2024 15:22:10 WIB
SMANSaKuNews. Vihara merupakan tempat ibadah umat Buddha yang juga disebut dengan kuil. Sedangkan kelenteng, adalah rumah ibadah umat Khonghucu atau Taoisme. Kelenteng secara umum berarsitektur tradisional Tionghoa dengan ornamen naga, lampion, simetris dan berwarna merah yang berarti memperluas kemakmuran dan kebahagian. Klenteng bukan sekedar tempat ibadah, melainkan tempat berkumpulnya warga keturunan Tionghoa.
“Karena di Kebumen agama Budha termasuk kelompok penganut agama minoritas, sehingga jumlah Vihara dan Kelenteng di Kebumen tidak banyak. Misalnya Vihara dan Kelenteng yang berada di pusat kota Kebumen, yang bernama Kong Hwie Kiong jumlah jamaatnya juga tidak banyak, tidak lebih dari 100 orang, itupun sebagian besar didominasi oleh keturunan Cina atau Tionghoa” jelas Waris, salah satu pengelola Kelenteng di Kebumen yang terletak di Jl. Pramuka No. 41 Keposan, Kebumen atau sebelah Barat Kantor Kecamatan Kebumen.
Menurut Waris, salah satu pengelola Kelenteng Kong Hwie Kiong tersebut, juga menjelaskan “Banyak siswa dari berbagai sekolah yang datang kemari, biasanya untuk kepentingan belajar tentang tempat ibadah dan arsitekturnya, melalui program yang dikemas dalam P-5. Tempat ini hanya digunakan untuk berdoa para jamaah, 2 kali dalam sebulan, khususnya masa perayaan imlek” tuturnya
“Dengan kegiatan sosial bersih tempat ibadah non muslim, diharapkan dapat meningkatkan toleransi antar umat beragama, dan siswa dapat melihat langsung kebiasaan rumah ibadah agama lain” jelas Pujiono, S.Pd selaku Waka Kesiswaan saat mendampingi para siswa dengan rekan guru yang lain.
Ada sekitar 40 siswa yang mewakili melakukan kebersihan di Kelenteng dan Vihara, yang umumnya berasal dari anak Rohis. Selain Kelenteng dan Vihara, siswa yang lain hari ini juga melakukan bakti sosial membersihkan tempat ibadah yang lain. (red-SMANSaKu-Kesiswaan)