Kategori : Rohis Dipublish pada tanggal 30/01/2025 17:30:58 WIB
SMANSaKuNews. Gus Johan Amru, S.Sos.I, pengasuh Pondok Pesantren Al-Istiqomah Karangsari-Kebumen hadir di SMA Negeri 1 Kutowinangun, dalam rangka memberikan Maulidatul hasanah pada peringatan Isro’ Mi’roj Nabi Muhammad SAW 1446 H. Kegiatan yang dipusatkan di GOR Arungbinang SMA Negeri 1 Kutowinangun ini diprakarsai oleh siswa-siswi yang tergabung Rohis Al Irsyad, yang mengusung tema Perisai : Perjalanan Isro’ Mi’roj sempurnakan Aqidah Islam.
Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Kutowinangun, Ibu Tri Lestari A, S.Pd berkenan hadir langsung di acara dan memberikan sambutan. Dalam mukadimah yang disampaikan para peserta, Ibu Tri memberikan apresiasi kepada Panitia yang sudah menyiapkan kegiatan dengan baik. Beliau juga mengajak para siswa untuk bisa memaknai peringatan Isro’ Mi’roj sebagai peristiwa nyata yang luar biasa”Peristiwa Isro Mi’roj setidaknya memiliki 4 makna yang dapat kita jadikan sebagai tauladhan. Pertama Isro’ Mi’roj menunjukkan adanya kekuasaan Allah SWT yang tak terbatas. Kedua menunjukkan bahwa Nabi Muhammad SAW adalah sosok umat yang mendapat kepercayaan melakukan perjalanan suci. Ketiga, menumbuhkan keyakinan bahwa keberadaaan alam ghoib itu ada dan yang keempat sebagai pejunjuk tentang adanya hari akhir, yaitu kematian yang datangnya tidak bisa kita duga” jelas Bu Tri
Gus Johan Amru, S.Sos.I adalah sosok da’i muda milenial yang cukup kondang dan digandrungi anak-anak muda termasuk para pelajar. Dalam ceramahnya, di depan ribuan siswa dan Guru SMA Negeri 1 Kutowinangun, Gus Johan menyampaikan tauziahnya dan mengajak memaknai Peringatan Isro’ Mi’roj’ sebagai ajakan kita untuk meningkatkan rasa syukur dan menyambut keberkahan. Menurut Gus Johan Amru, yang istrinya juga pernah mengabdi di sekolah ini, menjelaskan ”Allah senantiasa menurunkan keberkahan pada umatnya. Namun turunnya keberkahan ada tempat dan waktu tertentunya. Allah menurunkan keberkahan ditempat-tempat khusus, yaitu tempat yang pernah disinggahi oleh orang-orang sholeh. Itulah mengapa sebagian orang melakukan ziaroh ke makam-makam orang sholeh. Kedua, keberkahan diturunkan diwaktu tertentu. Ada bulan yang istimewa yang dikenal dengan bulan penuh berkah, yaitu bulan Ramadhan, selain bulan Mulud (Rabiul Awal) dan bulan Rajab. Ada hari yang istimewa, yaitu hari Jum’at, dan ada waktu yang lebih istimewa, yaitu di sepertiga malam terakhir. Di akhir ceramahnya, Gus Johan Amru mengajak seluruh peserta untuk berdoa agar senantiasa mendapat keberkahan dalam hidupnya. (red-SMANSaKu-Rohis Al-Irsyad)